TRIPANJI PERSATUAN NASIONAL

1. HAPUSKAN HUTANG LUAR NEGERI 2. NASIONALISASI INDUSTRI ASING 3. INDUSTRIALISASI NASIONAL

29 Desember 2009

Panduan membuat Blog di Blogspot

Mungkin ada diantara anda-anda yang belum tahu tentang blog dan bertanya-tanya tentang blog, maka saya akan mengulas sedikit tentang blog menurut versi saya sendiri.

1. Apa itu Blog ?

Blog ( singkatan dari Web log) adalah situs yang sifatnya lebih pribadi, yaitu lebih berat kepada penggambaran dari si pembuat blog itu sendiri.

Blog dibuat oleh para desainer penyedia blog agar bekerja secara otomatis dan mudah untuk dioperasikan , jadi bagi kita-kita yang masih bingung dengan bahasa pemrograman untuk membuat sebuah website tidak jadi persoalan. Apabila anda sudah bisa membuat sebuah account email di internet, maka dalam membuat blog pun saya yakin anda bisa.

2. Cara membuat blog

Seperti halnya e-mail, dalam membuat blog pun kita harus mempunyai sebuah account terlebih dahulu, oleh karena itu silahkan daftarkan diri anda terlebih dahulu di free blog provider (penyedia hosting/domain blog gratis). Free blog provider sangatlah banyak terdapat di internet dan beberapa yang populer saat ini adalah http://www.blogger.com, http://www.wordpress.com serta http://blogsome.com.

Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang cara pembuatan blog di http://www.blogger.com, Silahkan anda klik gambar dibawah untuk mendaftar.





Setelah anda berada pada situs blogger.com, anda akan melihat gambar seperti gambar di atas. Silahkan lakukan langkah-langkah berikut ini :

1. Klik tanda anak panah yang bertuliskan " CIPTAKAN BLOG ANDA "


2. Isilah Alamat Email dengan alamat email anda (tentunya yang valid)


3. Isikan kembali alamat email anda tadi pada form Ketik ulang alamat email


4. Tuliskan password yang anda inginkan pada form Masukkan sebuah password


5. Isikan kembali password anda tadi pada form Keyik ulang sandi (password)


6. Isi Nama Tampilan dengan nama yang ingin anda tampilkan


7. Tulis tulisan yang tertera pada form Verifikasi Kata. Beri tanda tik/cek pada kotak di pinggir tulisan Saya menerima Persyaratan dan Layanan.


8. Klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"


9. Tuliskan judul blog yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi) pada form Judul Blog


10. Tulis nama situs anda pada form Alamat Blog (URL)


11. Tulislah tulisan verifikasi yang ditampilkan pada form Verifikasi kata, jika sudah selesai klik gambar panah yang bertuliskan "LANJUTKAN".


12. Pilihlah gambar (template) yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi), kemudian klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"


13. Setelah keluar tulisan "Blog Anda telah di iptakan". Klik gambar panah bertuliskan "MULAI POSTING". Silahkan anda tuliskan semau anda, jika sudah selesai klik tombol "MEMPUBLISKAN POSTING".



3. Isi ( Content ) blog :

Bagi para pemula, biasanya mereka bingung setelah daftar membuat blog apa yang harus di isi( diposting ) dalam sebuah blog. Isi ( content ) dari sebuah blog tentu saja terserah kepadasi pemilik blog itu sendiri, apakah mau di isi puisi, perjalan hidup, teknik, ataupun apa saja. Nah di sini saya menyarankan, isilah blog anda tersebut dengan minat ataupun hoby serta keahlian anda sendiri, karena tentu saja di luar sana banyak sekali orang yang tentunya sama minat dan hoby nya dengan anda, sehingga mereka akan tertarik untuk membaca tulisan-tulisan anda.

SELAMAT mENCOBA bila ada masalah harap kirim pesan atau comment di bawah ini...!!!


salam apirevolusi

Derita Akhir Tahun

Salam ..........!!!

"perjalanan yang penuh dengan coretan, goretan, cukilan, dsb derita kepedihan, tangisan, duka yang tiada akhir, menyisakan penderitaan panjang bagi kami yang terinjak-injak"


setiap akhir tahun, pasti terdengar, lonceng gereja, nyanyian kidung natal dari gereja, rumah-rumah, hiruk-pikuk orang-orang yang mempersiapkan pesta kecil akhir tahun untuk menyambut awal tahun....berdoa untuk mengharapkan kehidupan yang lebih baik dari tahun ssebelu-sebelumnya. dan menjadi ritual setiap tahunnya....!

ternyata derita belumlah berakhir,...!!! penderitaan masihlah panjang menanti saat yang tepat untuk meluluh lantakkan setiap apa yang ada didepannya.
sebelum kita melihat apa yang ada jauh didepan AQ coba kembali merawang apa yang terjadi kemarin........!!!

kemarin aku melihat kematian, tangisan , dan derita-derita lainnya sepanjang tahun ini: kelaparan, kekurangan gizi, bencana, dan derita-derita lainnya. mengapa ini semua terjadi sampai hari ini banyak yang belum bisa menjawabnya....banyak jawaban akan tetapi banyak pula yang tidak mampu melegakan diri ini, aq coba menjelajahi akar masalah dari semua itu penyebabnya adalah tidak lain satu yaitu kemiskinan kronis bangsa ini, dan sistem yang Amburadul, sehingga tidak mampu untuk menyelesaikan dan mengntisipasi apa yang terjadi(baik itu gejala alam maupun sosial)....!!!
penyebab kemiskinan itu sendiri ternyata adalah sebuah proyek besar Penghisapan IMPERIALISME terhadap negara-negara miskin yang ada di Bumi ini..... untuk lebih lanjutn mungkin kawan-kawan bisa membaca referensi dari apa itu IMPERIALISME:KAPITALISME:NEOLIBERALISME

negara kita adalah negara yang kaya akan sumber daya nya, akan tetapi banyak rakyat yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya, miskin dan terlantar, sungguh memuakkan dan menjijikan ketika melihat para koruptor tertawa di Televisi, dan berkelit ketika tertangkap .

ini adalah ilusi dari kehidupan Demokrasi di neegri kita....yang mampu meninabobokan mayoritas Rakyat, kita lihat dalam pemlihan-pemilihan ternyata mayoritas anggota legislatif, eksekutif dan yudikatif adalah orang-orang yang notabenenya adalah mafiakorup. rakyat berhasil dimanipulasi melalui kampanye-kampanye mereka serta sogokan-sogokan kecil yang lumayan besar ongkosnya. politik uang adalah kemenangan bagi mafia dalam kondisi sistem ekonomi bangsa yang buruk... alahasil keterpurukan terus berlanjut.

pertanyaanya apakah ini akan terus di pertahankan atau harus di rubah....?

jawaban ini hanya mampu dijawab mayoritas rakyat yang tertindas .... ?

apapun yang dilakukan oleh segelintir orang yang meneriakan kebenaran, bila rakyat masih diam dan menikmati penindasan ini maka perubahan besar tidak akan ernah terwujud.......

kita lihat saja sampai hari ini pemadaman listrik, kelangkaan minyak tanah, serta melonjaknya harga sembako semakin menjerat rakyat kedalam jurang kemiskinan yang lebih panjang...antrian...serta barisan rakyat miskin akan terus bertambah...dan akan terus ada penderitaan lanjutan bila tidak ada antisipasi baik itu oleh lembaga yang berwenang maupun gerak dari rakyat itu sendiri......

solusi yang ingin saya berikan di sini adalah sebuah ajakan bagi seluruh Rakyat miskin yang tertindas dan terhisap untuk membangun perkumpulan-perkumpulan,(sebagai pertahanan politik) dan membangun koperasi-koperasi (sebagai pertahanan Ekonomi) dan terus memajukan organisasi-organisasi sebagai pertahanan Kemandirian kedepan.

demikian dulu tulisan ini berhubung waktu yang tidak tepat(cukup) serta minimnya tekhnologi yang bisa di akses.... terima kasih



maaf seribu maaf ini hanya sedikit ungkapan kekecewaan tahun ini, meskipun hanya sedikit akan tetapi penulis akan tetap meneriakan apa yang menjadi keluh kesah

penulis : apirevolusi





28 Desember 2009

Marsinah...... nyawanya adalah nilai tukar kesejahteraan buruh...


Marsinah tewas dibunuh. ia menuntut perbaikan nasib dan memperjuangkan kaum buruh di pabrik, tempat ia bekerja. ia sosok pahlawan dan korban yang layak dapat penghargaan.
MARSINAH adalah sebuah petunjuk, mungkin lambang, yang terang dan perih. Ia yang ditemukan terbunuh di sebuah dusun di daerah Nganjuk itu telah menunjukkan bahwa hak asasi bukanlah sesuatu yang hanya dibicarakan sebagai sebuah benda yang datang dari luar, dan bergulir jadi percaturan antara orang-orang penting. Hak itu bukan ibarat sebutir bola golf. Dunia tempat Marsinah tewas dalam umur 23 tahun bukanlah sepetak luas rumput yang tenteram. Apa yang dialami Marsinah adalah sebuah gambaran yang menyesakkan, tentang bagaimana seseorang yang memperjuangkan tuntutan yang bersahaja pada akhirnya tersangkut dengan masalah hak yang dasar: hak untuk punya suara, hak untuk punya harapan, bahkan hak untuk punya jiwa dan badan. Kita tak tahu siapa yang membunuh Marsinah. Tetapi kita tahu mengapa ia dibunuh. Ia seorang buruh yang mengais-ngais dari remah-remah dunia yang dikenalnya secara terbatas. Ia tak punya pilihan lain. Ia bermaksud mengubah nasibnya. Ia pernah bekerja di pabrik Sepatu Bata selama setahun, dan akhirnya ia bekerja di pabrik arloji di Porong, Sidoarjo, itu. Upahnya Rp 1.700 sehari ditambah uang ''tunjangan'' Rp 550 yang hanya diberikan bila seorang buruh masuk bekerja. Untuk menambah penghasilan, ia berdagang kecil-kecilan. Kebutuhan dan harapannya sederhana. Kita tahu, Marsinah tak bersalah karena itu. Tapi rupanya inilah yang berlaku: dengan cara kotor atau tak kotor, para pemilik modal boleh menghimpun kekayaan, para manajer dan para pemegang kekuasaan boleh menambah penghasilan, tapi buruh sebaiknya jangan. Pertumbuhan ekonomi kita, kegairahan investasi kita, telah dibuat bertelekan pada upah buruh yang kecil, untuk menghemat ongkos produksi. Tapi, sementara itu, kita tak pernah mengusik berapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan pengusaha untuk menyogok para pemberi tender atau pemberi kredit. Keserakahan boleh berlangsung di atas, tapi buruh tak usah berteriak menuntut nafkah yang lebih baik dan tak boleh berteriak kesakitan. Itulah sebabnya Marsinah dibunuh dan tubuhnya dibuang. Ia bersama teman-teman sekerjanya menuntut agar ''tunjangan'' yang Rp 550 itu bisa diberikan secara tetap. Bukan angka rupiah itu benar yang menjadi persoalan di sini, melainkan keberanian untuk menuntut itulah yang agaknya mengganggu. Para buruh di Porong, Sidoarjo, itu sudah mengganggu sebuah paham tentang ''ketenteraman'', ''keselarasan'', ''ketertiban'', dan ''kesatuan dan persatuan'' paham yang tengah diberlakukan dengan cara yang sering gampangan, kasar, dalam skala besar di Indonesia. Marsinah mati karena tusukan benda runcing. Perutnya luka sedalam 20 sentimeter. Selaput daranya robek dan tulang kelamin bagian depannya hancur. Sekitar dua liter darah keluar dari tubuhnya yang disiksa dan dijarah. Barangkali bila kelak ada orang yang bisa berbicara tentang suatu semiologi pembantaian, kita mungkin akan lebih melihat dari jasad yang ditemukan di tepi jalan di Dusun Jegong itu bahwa luka-luka dan kematian Marsinah menandai dua macam agresi sekaligus: yang pertama adalah agresi terhadap Marsinah sebagai seorang buruh, dan yang kedua adalah agresi terhadap Marsinah sebagai seorang perempuan. Dari sini kita pun bisa bercerita tentang hadirnya di antara kita sebuah ''ideologi'' (dan jalinan kepentingan) yang bisa begitu sewenang-wenang terhadap segala anasir yang selama ini sudah berada dalam posisi marjinal. Yang saya maksudkan di sini adalah kaum buruh dan kaum perempuan. Tentang buruh, kita tahu betapa lemah kedudukannya dalam sebuah kehidupan sosial-ekonomi yang berkelebihan tenaga kerja seperti Indonesia sekarang. Tentang perempuan, kita tahu betapa senantiasa genting posisinya dalam sebuah lingkungan budaya yang semakin memuja ''Ramboisme'' seperti sekarang. Dalam ''Ramboisme'', yang diagungkan adalah citra kewiraan, citra kelaki-lakian di medan laga, citra yang akhirnya menganggap ketegaran (rigiditas) sebagai sesuatu yang baik dan disamakan dengan keteguhan, citra yang melihat dunia dan orang lain dalam hubungan kalah atau menang, citra yang tidak toleran terhadap apa yang halus, subtil, kompleks, dan cerewet, dan karena itu harus ditampik dan dicemoohkan. ''Ideologi'' seperti itulah sebenarnya yang membunuh Marsinah. Siapa pun orang atau kelompok yang membantai Marsinah pasti mengira, kematian seorang buruh perempuan dari dusun itu tak akan menimbulkan heboh: sangka mereka mayat yang terpuruk di tepi jalan Desa Jegong itu akan hanya jadi berita satu kolom di koran lokal, meskipun cukup efektif buat menggertak para pengganggu ''ketertiban'' di sekitarnya. Untunglah, para pembunuh itu pongah dan salah sangka. Mereka tak sadar bahwa ketika Marsinah dan kawan-kawan bangkit menuntut perbaikan nasib, pada saat itu kaum buruh tak bisa disepelekan terus, sebagaimana kaum perempuan tak bisa dimarjinalkan lagi. Industri tumbuh, buruh kian tampak, suara mereka semakin terdengar, dan juga perempuan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk bekerja dalam sektor yang lebih membuat mereka mandiri. Maka, sesungguhnya suara Marsinah, baik suara protesnya yang terdengar maupun jerit kesakitannya yang tak terdengar, adalah satu dari gelombang pasang pembebasan yang sedang mendesak. Dalam gelombang pasang itu dengan nyata terlihat bahwa manusia memang punya hak-hak dasar, hak-hak asasi, dan ia akhirnya akan sadar tentang itu biarpun ia seorang gadis miskin yang jauh dari Jakarta yang bising ini. Itulah sebabnya, bila kita menghormati Marsinah malam ini, kita juga menghormati mereka yang ikut membentuk gelombang pembebasan itu, terutama di kalangan buruh dan kaum perempuan. Pada saat yang sama juga kita menghormati seorang korban, seorang yang dianiaya, karena kita tahu bahwa dalam diri orang seperti inilah kita menemukan saksi yang tenggelam dalam ketakadilan dan kesewenang-wenangan yang terjadi. Maka, Marsinah adalah sosok pahlawan dan juga korban, lambang kekuatan dan juga kelemahan. Keduanya tak bisa dipisah-pisahkan. Sebab, dengan kepahlawanan dan kekuatan semata-mata kita akan terus mengabaikan dan menyepelekan yang lemah, sebaliknya dengan kelemahan semata-mata kita akan mudah pasrah kepada keadaan. Sari pidato untuk pemberian Penghargaan Yap Thiam Hien kepada almarhumah Marsinah, 10 Desember 1993, di Jakarta Goenawan Mohamad

sumber : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1993/12/18/CTP/mbm.19931218.CTP6527.id.html

" Cracking Smadav PRO "



Ni kamu pasti uda tau kan Smdav..
Itu, Antivirus kenamaan indonesia.

untuk dapetin versi pro kamu pada harus donasi, Tapi kali ini ga!! Coz uda ada crackannya, semoga ini masih bisa dipake fren..

Download smadav PRO plus Carck Cari Disini: http://www.ziddu.com/download/7096284/Smadav-patch.rar.html


nih satu lagi saia kasih serial nya juga..."

PC 1
Nama : PASCA KOMPUTER
Key : 075710098391

PC 2
Nama : PASCA KOMPUTER
Key : 075220098391

PC 3
Nama : PASCA KOMPUTER
Key : 075830098391

Selamat Mencoba

FREE SMS "

" FREE SMS "
Ni adalah artikel lama tentang Free sms, jadi kalo kamu pada uda merasa PRO lebih baik kamu pada pindah artikel sebelum kamu tewas terbunuh didepan kompi kamu sendiri.. ^^

Kamu pada bisa coba tutor ini klo pulsa uda abis atau males buang2 pulsa buat balesin sms temen kamu yang ga penting menurut kamu..

Langsung aja, ni caranya :
1. Buka http://www.dodotext.com
2. Buka facebook kamu alias log in dule, ato friendster juga ga apa2 kalau ga punya buat aja sana..
3. Kamu klik nie Facebook application, kalau kamu pake friendster klik yang ini Friendster Widgets
4. Selanjutnya kamu pasti uda tau mau gimana kan??..
5. Itu sms Cuma bisa buat 3X pake doank, tapi ga tau lagi kalo sekarang uda bisa lebih, kalo uda 3X bakalan keluar kaya gini Your daily quota to this country is reached~ (Quota is decided by number of advertisers)

Banyak orang uda coba dan berhasil 100% sampai detik ini, jadi kalo kamu pada ga bisa jangan salahkan saia.. ^_^

Kalau kamu pada mau gratisan sms bahkan ngebom sepuasnya gunakan Yahoo..
Ato mo yang lain juga bisa ni cobain satu2 linknya, yang saia uda coba dan paling ampuh n juga enak adalah http://www.freesms.net

Kalo coba yang lain juga ga apa ni linknya :

http://www.freesms.net

ttps://zyb.com/

http://www.mobyko.com/

http://stepsms.com/

http://www.smstxtbox.com/web/

http://www.junglesms.com/

http://50sms.com/

http://www.ecosms.ch/

http://www.free--sms.com/index.go

http://www.pimpmysms.com

http://www.islamweb.net

http://www.phones.com

http://www.devinosms.com/

http://gsms.se

http://www.themobiweb.com/en/sms.html

http://my.phonegnome.com/

http://sms4u.biz/signup.php

http://simsor.com/register

http://www.mobik.com/mobik/client/

http://www.smsdiscount.com/en/index.html

http://4usms.net/

http://www.sendsmsnow.com/

http://www.unisms.uni.cc/

http://www.atrochatro.com/

http://www.gsmvault.com/

http://smscity.com/

http://www.sms2india.org/

http://www.freesms.web.tr.tc/

http://www.d1g.com/

http://thesmszone.com/

http://zyb.com/

http://www.vazu.com/

http://www.sms.ac/

http://www.agentsms.com/

http://www.mobizone.com/

http://www.yellowpages.com.eg/

http://free-sms-message.com/index.htm

Perlengkapan blog ...!

Dari pada ngantuk nungguin kompi selesai diinstal,,,Iseng2 klik2 blog orang
Eh,,, g tau nya ketemu situs yang lumayan lengkap menyediakan perlengkapan2 buat memperindah blog...
Ada Flash Counternya,
Ada Flash Message,
Ada Flash Effect,
Pokoke serba flash dech... Untung aja Flash Gordon g masuk kesana.. Kalau sempat masuk, g taulah apa jadinya...!!!

eh... udah panjang lebar cerita nya, tapi situsnya belum juga diketik2
sorry all, mungkin gara2 ngantuk + capek + laper + kesepian ++ K E D I N G I N A N...
L O L

ini nich yang ane maksud -+> http://www.widgeo.net/

Caranya gampang banget kok.. U kunjungi situsnya, truz u plh mau make apa, flash message or effect or etc.. Tinggal klik aja n ntar u disuruh masukan blog u... n then klick OK

Selamat mencoba...!

cara mendapatkan Free Domain co.nr

Kebanyakan blogger posting tentang free domain co.cc
Tapi ane posting yang beti aja ama yang diatas... kayaknya masih sepupuan gitu.. :D
Yang satu ini g kalah hebat jg dibandingkan domain co.cc ( cuma kalah tenar aja dikit, g banyak2 x lah ), Selain settingnya gampang... Cara mendapatkannya free domain ini juga gampang banget...
Cukup keren juga buat blog...

Silakan kunjungi situs -+> http://www.freedomain.co.nr/

Truzzzz, u cek apakah nama yang u inginkan udah diambil orang ato blum,, Kalau udah berarti jelas x kalau nama u pasaran bangettttttttttt, Kacian dech engkau... LOL
kalau belum ada, berarti anda beruntung...

Isikan data2 yang diminta, sama kayak buat email,,,
Ini nich yang paling penting, pada target URL nya, u masukan blog u...
Ikutin aja langkah selanjutnya ampe selesai... Setelah selesai tunggu konfirmasinya dari pihak yang berwajib yang dikirim ke email u...
Biasanya dalam 1 hari udah bisa dipake langsung...

Gampangkan !!!!!!!!?????????? Good Luck

Install Ubuntu ke USB menggunakan USB Creator

Bukan *indows saja yang bisa diinstall pada USB..Sekarang linux jg sudah bisa.. Hanya dengan 6 langkah anda sudah bisa memiliki Linux OS portable alias live from USB.

OS Linux yang bisa diinstall di USB antara lain : BackTrack, CentOS, Damn Small Linux, Debian, Dream Linux, Elive, Fedora, Gentoo, Gujin, Kubuntu, Linux Mint, Mandriva, openSUSE, Ophcrack, PClinuxOS, Puppy Linux, Ubuntu, Xubunu, Zenwalk dan masih banyak lagi.

Sekarang saya hanya membahas tentang Ubuntu ( biar kalian semua pada buntu )
Ok.. let's do it ...
1. CD ubuntu 8.10 atau download Isonya n burn..
2. Restart computer n booting ke Live CD
3. Colokan USB 1Gb atau lebih...
4. Klik System > Administration > Create a USB startup disk
5. Pada Source disc image klik biar kan default ( CD room ),,, sedangkan pada "USB to use" klik USB yang km gunakan. Kemudian klik "Stored in reserved extra space" -> klik "Make Startup Disk".
6. Tunggu ampe selesai installnya.. Kemudian restart komputer km n atur bios supaya booting lewat USB.

Selamat mencoba...

Mempercepat Akses OpenOffice


OpenOffice berjalan dengan JAVA, akibatnya memakan waktu yang cukup lama untuk membukanya,apalagi kalo spek hardware comp-nya jadul. Berikut sedikit tips untuk mempercepatnya.

Jalankan Open Office, klik menu Tools >>> Options. Kemudian klik menu Memory di sebelah kiri, ubah nilai setingan seperti dibawah ini :

-Number Of Steps: 30
-Use for Open Office: 128
-Memory per Object: 20
-Number of Objects: 20

Kemudian klik pada bagian Java di menu sebelah kiri, kemudian hilangkan tanda centang pada Use a Java Runtime Enviroment? trus klik Ok.

Kemudian tutup aplikasi openoffice, lalu jalankan ulang. terasa kan bedanya 8-)

Cara mudah mempercepat browsing tweak Firefox 3.0 dari 3 ampe 30 kali lebih cepat.

8 Cara mudah untuk tweak Firefox 3.0 Final untuk mempercepat browsing dari 3 ampe 30 kali lebih cepat.

Untuk memulainya, buka Firefox 3 anda. Pada address/location bar ketikan “about:config” ( tanpa tanda kutip ) n tekan Enter. Kemudian cari string dibawah ini :

network.http.pipelining = value nya “false” ubah menjadi “true” dengan cara klik ganda pada string tersebut.

network.http.pipelining.maxrequests = value nya “4” ubah menjadi “30”

network.http.proxy.pipelining = value nya “false” ubah menjadi “true”

network.dns.disableIPv6 = value nya “false” ubah menjadi “true”

plugin.expose_full_path = value nya “false” ubah menjadi “true”

network.protocol-handler.external.ms-help = Pada filter ini kamu harus membuat “Preference Name” yang baru dengan type Integer. Caranya, klik kanan pada [network.protocol-handler.external.ms-help] - > select New, -> Integer. Anda akan diminta untuk memasukan nama pada box nya. Ketikan “nglayout.initialpaint.delay” ( tanpa tandan kutip ), lalu klik OK. Pada box Enter Integer value ketik 0 . Kemudian klik OK.

network.protocol-handler.external.ms-help = Pada filter ini juga kamu harus membuat “Preference Name” yang baru dengan type Integer. Caranya, klik kanan pada [network.protocol-handler.external.ms-help] - > select New, -> Integer. Anda akan diminta untuk memasukan nama pada box nya. Ketikan “content.notify.backoffcount” ( tanpa tandan kutip ), lalu klik OK. Pada box Enter Integer value ketik 5. Kemudian klik OK.

network.protocol-handler.external.ms-help = Pada filter ini juga kamu harus membuat “Preference Name” yang baru dengan type Integer. Caranya, klik kanan pada [network.protocol-handler.external.ms-help] - > select New, -> Integer. Anda akan diminta untuk memasukan nama pada box nya. Ketikan “ui.submenuDelay” ( tanpa tandan kutip ), lalu klik OK. Pada box Enter Integer value ketik 0. Kemudian klik OK.

Setelah selesai, tutup Firefox anda n buka kembali. Selamat mencoba…!

Mempercepat Windows XP

Berikut trik-trik untuk mempercepat Windows XP, efektifitas trik-trik ini mungkin berbeda2, tip-tip berikut mungkin bisa membuat komputer anda tidak stabil. maka. PROCEED WITH CAUTION. Juga jangan lupa lakukan backup registry sebelum tweaking.

Mempercepat akses Folder - dengan mendisable Last Access Update.

Jika anda memiliki banyak folder dan subdirectories, maka akses ke Direktory2 Windows XP terasa sangat berat dan seringkali cuman membuang waktu. Dengan mengupdate time stamp di registry, yaitu last access update untuk semua sub directory. Proceed with caution: Langkah berikut bukan untuk N00bie

1. Start>Run>regedit
2. “HKEY_LOCAL_MACHINESystemCurrentControlSetContr olFileSystem”
3. Klik kanan di bagian yg kan (cari area yg kosong), lalu pilih ‘DWORD Value’
4. Bikin DWORD Value dengan nama ‘NtfsDisableLastAccessUpdate’
5. Klik kanan pada value baru terus pilih ‘Modify’
6. Ubah data menjadi ‘1′
7. Klik ‘OK’

Me-non-aktifkan Microsoft System Sounds
Secara default MS sound systems membuat komputer berbunyi/bersuara ketika booting awal, shutdown, error, dll. Skenario suara windows jelas2 membuat komputer lebih lambat (terutama dalam waktu shutdown dan booting awal), untuk me-non-aktifkan silahkan ikuti langkah berikut:
1. Buka Control Panel
2. Klik Sounds and Audio Devices
3. Klik tab Sounds
4. Pilih “No Sounds” dari Sound Scheme
5. Klik “No”
7. Klik “Apply”
8. Klik “OK”

Mempercepat waktu Boot
Fitur yg lumayan asik dari Windows XP adalah kemampuan untuk mendefrag ketika ada dalam proses booting. Boot Defrag pada prinsip menata file2 yg relevan dengan booting secara berurutan. Secara default fitur ini telah diaktifkan pada beberapa Build Windows, tapi beberapa build windows tidak, ada baiknya kalo kita cross check terhadap fiotur yg satu ini.
1. Start Menu>Run
2. Regedit
3. HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWAREMicrosoftDfrgBootOpt imizeFunction
4. Cari “Enable” dibagian kanan regedit
5. Klik “Modify”
6. Pilih “Y to enable”
7. Reboot

Tambahan:
Bootvis juga bisa dicoba, untuk memangkas waktu boot dengan manufer yg manis.

Mempercepat Performa Swapfile
Jika anda memiliki ram lebih besar dari 256MB bisa dibilang tweaking yg ini akan membuat sistem anda berjalan lebih cepat. Tweaking ini pada dasarnya PC kita mengunakan setiap byte dari memori fisik yg terpasang di komputer kita, SEBELUM mengunakan swap file.
1. Start>Run
2. “msconfig.exe”>ok
3. Klik tab System.ini
4. Klik tanda plus pada tab 386enh
5. Klik kotak new kemudian ketik “ConservativeSwapfileUsage=1″
6. Klik OK
7. Restart

Mempercepat Loading Windows Menu
Tweaking ini membuang waktu delay ketika kita mengklik menu dan windows XP menampakkan Menu.
1. Start>Run
2. Regedit>Ok
3. “HKEY_CURRENT_USERControl PanelDesktop”
4. Pilih/Sorot “MenuShowDelay”
5. Klik kanan dan pilih “Modify’
6. Ketik angka “100″ (aslinya 400)
Angka 50-150 adalah kisaran yg baik, bisa disesuaikan dengan Mood anda

Mempercepat Loading Program.
Tweaking ini bisa berjalan untuk sebagian besar program. Jika program tidak mau loading seperti yg diharapkan, silahkan aja dikembalikan ke setting semula.
1. Klik kanan pada icon/shortcut yg berkaitan dengan program.
2. properties
3. Pada kotak ‘target’, tambahkan ‘ /prefetch:1′ diakhir kalimat.
4. Klik “Ok”
gampang kan, Program akan loading lebih cepat.

Mempercepat Shutdown Windows XP.
Tweaking ini mengurangi waktu tunggu secara otomatis ketika windows sudah menerima instruksi untuk shutdown.
1. Start>Run
2. ‘Regedit’>OK
3. ‘HKEY_CURRENT_USERControl PanelDesktop’
4. Sorot ‘WaitToKillAppTimeout’
5. Klik kanan dan pilih modify
6. Ubah value menjadi ‘1000′ (aslinya 20000)
7. Klik ‘OK’
8. Sorot ‘HungAppTimeout’
9. Klik kanan dan pilih modify
10. Ubah value menjadi ‘1000′
11. Klik ‘OK’
12. ‘HKEY_USERS.DEFAULTControl PanelDesktop’ sorot WaitToKillAppTimeout’
13. Klik kanan dan pilih modify
15. Ubah value ke ‘1000′ (aslinya 20000)
16. Klik ‘OK’
17. ‘HKEY_LOCAL_MACHINESystemCurrentControlSetControl’ sorot ‘WaitToKillServiceTimeout’
19. Klik kanan dan pilih modify
20. Ubah value menjadi ‘1000′

27 Desember 2009

PETIKAN "ELANG" novel roman humanis penuh spirit nasionalis dan budaya

ELANG
By Kirana Kejora


“Ketika seekor elang telah berusia 40 tahun, dia harus memilih…menunggu kematian atau 150 hari bertapa dengan kesakitan yang amat sangat di puncak gunung…mematukkan paruhnya ke batu karang hingga lepas, menunggu paruh baru tumbuh untuk mencabuti cakar-cakarnya, setelah cakar barunya tumbuh, dia akan mencabuti bulu-bulu di sekujur tubuhnya, 5 bulan kemudian dia akan bisa kembali terbang, melanjutkan hidup baru untuk 30 tahun ke depan!

Belajarlah dari ELANG!

Sebuah novel roman humanis idealis penuh motivasi
Terinspirasi dari “sajak Rajawali” sang Burung Merak, WS. Rendra, “sajak Melodia” sang Presiden Penyair Marlioboro, Umbu Landu Paranggi, & kalimat sakti “eagle flies alone” dari sang Elang, Prof. Dr. Riswandha Imawan


Operasi Seroja memberi energi nama sepasang bayi lelaki kembar fraternal (non identik). Elang Timur, ilmuwan sejati, begitu nasionalis selama hidup di Timika dan Agats, menjadi bapak asuh anak-anak suku Asmat di Papua dengan segala riset yang membuatnya dilematis, mengeksplorasi, mengeksploitasi negeri sendiri untuk negeri asing, dan Elang Laut, penyair sejati, bukan hanya menulis syair anggur dan rembulan, setia kepada pilihan, memilih kewajaran hidup, jalan hidup yang sunyi, memotret “etalase kemiskinan” di Gili Meno Lombok… sebuah kesalahan atau kebenaran cinta sejati? Ketika mereka berseteru menjatuhkan cinta kepada Kejora, perempuan yang sebenarnya telah begitu dalam melukai mereka di masa lalu…menikah dengan lelaki lain, bercerai, karena menolak berada dalam sampan madu


BEBERAPA PETIKAN “ELANG”

Daaagkh! Revolver caliber 6.5 mili itu terjatuh dari pinggang kanan Timur, meluncur ke lantai kayu, berhenti karena tertahan kaki meja.
“Bunuh aku! Ayo, bunuh! Agar kamu bisa ambil dia dan anakmu!”
Kilatan mata Laut yang melihat revolver caliber 6.5 mili terjatuh dari pinggang kanan Timur, tepat di kakinya, sangat tajam menyala-nyala, ingin menuntaskan perseteruan mereka setuntas-tuntasnya saat itu juga, sirna seketika.
Kesadaran berbalut amarahnya berangsur-angsur pulih, saat matanya beradu dengan Timur, saudara kembar sedarahnya. Setan amarah yang jadi supporter-nya bermuram durja melihat kesedihan yang mulai memancar diwajah Laut.

*****************************************

Tiba-tiba Simon, yang sedari awal kedatangan Timur hanya melihat hambar, mendekati, mencium tangan Timur, berkata datar,”Daddy sudah bilang ke bapak Presiden, tentang keinginan Simon, andai Dufan bisa di pindah ke sini?” Timur sejenak menatap, lalu berjongkok di hadapan salah satu anak asuhnya itu. Memegang tangan kurus Simon, menjawab tanya anak Asmat yang cukup cerdas itu. “Belajarlah yang rajin, biar bisa jadi manusia berguna. Kalau bisa, kamulah yang jadi Presiden nanti. Agar bisa membangun Dufan yang lebih megah di sini.”


****************************************
“Ayo naiklah kemari, berdiri di sini bersama kami. Dengarkan suara kami. Kami tidak tahu apa yang kalian kerjakan di dalam gedung mewah itu yang dibangun dari uang kami, dan gaji yang kalian terima adalah juga dari uang kami. Kami menuntut kalian untuk bersuara sebagai wakil kami, untuk membela nasib kami. Janganlah kalian terlena lelap tidur di kasur uang. Sementara kalian buta dan tuli terhadap nasib rakyat yang akan terusir dari tanah-tanah mereka dan juga rakyat-rakyat lain yang menuntut keadilan karena terinjak-injak hak mereka oleh kekuasaan yang korup ...!!” Suara gemuruh makin terdengar lebih keras karena orasi Laut yang menyentuh hati mereka bahkan banyak diantaranya yang mulai meneteskan air mata.
******************************************

Laut dari sudut taman yang rimbun, dengan kaca mata hitam, dan gerai rambut sebahunya sebagian menutupi rahang kokohnya, menatap Key dengan teduh, berucap dalam hati,”Akulah ayah sesungguhmu..bidadariku.”
Matanya terasa hangat, segera merogoh saku bajunya. Menyalakan sebatang rokok untuk mengalihkan rasa hatinya. Dia menatap kembali bidadari itu yang kini berada dalam pangkuan Jora. Bidadari kecilnya seperti memandang ke arahnya, walaupun bocah itu tidak mengerti apa yang tengah dipandangnya yang jelas matanya mengarah kepada Laut yang berada jauh di depannya.
Laut mencoba tersenyum dan sedikit melambai ringan. Tatapan bidadari kecilnya seakan tengah memanggilnya untuk menggendong dan menimangnya.
Sebelum beranjak dari tempatnya berdiri, dia menatap Key seraya menggumamkan kata hatinya yang terdengar serak.”Bidadariku…suatu hari engkau akan memandangiku dengan mengerti!”

Desaku Tempo Dulu: Manipol Usdek

Jakarta, Berdikari Online- Waktu kecil aku sesekali diajak jalan oleh Bapak melihat desa-desa yang tidak begitu jauh dari desa tempat aku dilahirkan, jalannya menanjak tajam, beraspalkan tanah bercampur bebatuan, jika musim kemarau berumput kering berdebu, dan manakala musim hujan tiba, jalan becek, berair licin sekali. Desa-desa yang sering aku kunjungi berada di bibir perbukitan. Di sebelah kiri atau kanan jalan ditumbuhi pepohonan yang rindang, menjadi pagar jalan dengan sawah atau ladang.



Berhawa sejuk, jika malam atau pagi datang kabut putih seperti payung raksasa membentang. Sunyi, hanya ada suara angin menerpa dedaunan ataupun kicauan merdu burung bersautan.

Sering kali di tanah ketinggian di sekitar desaku itu, aku bersama kawan-kawan kecilku bermain layang-layang atau duduk di rerumputan melihat mobil-mobil berlalu lalang, tampak kecil sekali dari kejauhan. Seperti semut yang berjalan di pinggir pematang. Kota, hanya aku dengar dari cerita. Kakiku belum pernah melangkah ke sana. Impian saja sudah cukup bagiku sebagai anak desa.

Rumah-rumah yang ada di desaku berlantai tanah, berpagar kayu atau anyaman bambu. Yang terlihat mereka hidup rukun, bertani sebagai mata pencaharian utama satu-satunya. Walau tidak terlalu luas para petani mengolah sawah, kebun atau ladang di sekitar desa, baik yang mereka punya, atau menggarap tanah tetangga. Menanam padi, singkong, jagung atau palawija. Hasil panen digunakan untuk dinikmati sendiri, kalau ada lebih biasanya dijual untuk membeli atau memenuhi kebutuhan lainnya. Walau mengandalkan air hujan untuk pengairan sawah, bermacam-macam tumbuh-tumbuhan hidup di desa. Pohon, buah dan sayur mayur juga tumbuh subur. Ada durian dan pisang. Ada cabe, terong dan kacang panjang.

Kalau ada yang menjadi tukang kayu atau tukang batu, hanyalah sebagai kerja tambahan setelah mereka bercocok tanam atau menunggu panen padi datang. Terkadang ada yang berternak ayam atau kambing, itupun hanya tiga atau empat ekor, dibiarkan berkeliaran di pinggiran desa mencari makan. Beberapa keluarga menambah penghasilan dengan membuat arang untuk dijual di perkotaan, ada yang membuat gula merah dari nira pohon kelapa, ada juga yang membuat makanan gethuk hitam atau geblek singkong, tiap pagi mereka jual ke pasar. Yang aku ingat Ibuku juga pernah membuat minyak kelapa, kecap dan tempe dari kedelai untuk makanan kami semua.

Semua bekerja, laki perempuan sama saja, sabit dan cangkul dipundaknya, dengan tanah mereka mengikatkan hidup serta hari depannya. Berpangku tangan berarti tidak makan dan akan jadi omongan.

Desa, tidak jauh dari sungai atau mata air mengelilinginya. Dengan hutan di hulu yang masih cukup lebat menjadikan air sungai jernih serta banyak ikan. Ini juga sumber kehidupan lain yang disediakan karena kemurahan alam.

Yang aku heran di genteng-genteng rumah penduduk itu ada tulisan MANIPOL menggunakan labur putih. Rumah yang lain ada tulisan USDEK. Atau di satu rumah ada dua tulisan MANIPOL USDEK. Walau menimbulkan pertanyaan dalam hatiku, aku tidak pernah menanyakan ke Bapak atau Ibu atau siapapun makna dan maksud tulisan itu. Aku terus digoda untuk bisa memahami arti dan tujuan warga desa membuat tulisan di genteng rumah mereka. Walau akhirnya aku simpan dalam-dalam, terukir menghiasi pikiran.

Kegemaran aku kecil waktu itu adalah melihat-lihat koran, Bapak aku sering membawa pulang Koran AB (Angkatan Bersenjata) atau Suara Karya dari kantor Kecamatan, sering juga ada koran Suara Merdeka. Bapak aku memang suka sekali membaca. Sebagai perangkat desa, dia mendapatkan jatah koran dan majalah secara cuma-cuma.

Bacaan yang aku suka tentu cerita, serial mingguan laba-laba selalu aku tunggu di Suara Merdeka Minggu, juga petualangan Tarzan. Di rumah Bapak juga sering membawa majalah, Krida, menjadi majalah bacaan keluarga. Aku suka kartun-kartunnya dan cerita pendek yang dimuat di dalamnya. Aku baca terus aku baca, sampai aku paham apa maksudnya.

Salah satu yang aku ingat, aku pernah membaca sebuah cerpen bercerita tentang perjuangan seorang Guru, tenaga pendidik sebuah sekolah dasar di pelosok desa, kampung lereng gunung. Persis di bawah judul cerita, ada gambar seorang lelaki setengah baya sedang duduk sendirian di bebatuan, memandang kosong ke depan, wajahnya lebar bergaris keras, mengisap sebatang rokok dengan asap tebal membumbung, di belakangnya kelihatan pohon pinus serta pohon lainnya. Mencerminkan seorang lelaki terpelajar yang jauh dari keluarganya, tinggal di pedalaman negeri, menjalankan tugas sebagai seorang guru. Sendiri, terasing, berteman sepi.

Cerita pendek lain yang sering aku baca tentang Peristiwa Madiun 1948 dan MMC, Merapi Merbabu Compleks.

Selain majalah Krida, Bapakku sering juga membawa majalah Trubus yang berisi tentang pertanian.

Jika petang tiba, selain membaca, aku kecanduan mendengarkan sandiwara radio. Cerita tentang Mahesa Jenar, Nogososro-Sabuk Inten yang dimainkan oleh Sanggar Prativi selalu aku nanti. Masih teringat kuat cerita itu, tempat-tempat yang tidak begitu jauh dari desaku menjadi pusat peristiwa dalam sandiwara, gunung Telomoyo, Rawa Pening, gunung Tidar. Selain kepahlawanan, bertutur tentang mata rantai sejarah Babad Tanah Jawa. Sering kali pemeran utamanya mempengaruhi pikiran serta perasaanku, kadang aku kagum, jika besar nanti ingin menjadi seperti tokoh itu, dan aku benci sekali tokoh-tokoh yang berprilaku angkara. Ada Pasingsingan, pendekar bertopeng yang sangat sakti dan misterius, tempat tinggalnya di daerah Gunung Telomoyo, ada Lowo Ijo pendekar jahat yang sangat aku benci, ada pendekar Banyubiru, Gajah Suro, Lembu Suro dan ada juga Simoludro dari Gunung Tidar, aku mengidolakan sosok Mahesa Jenar dan Roro Wilis.

Jika malam tekadang aku lanjutkan mendengarkan sandiwara , tetapi ceritanya sedih dan sering menakutkan aku. Kakak aku juga suka membaca serta mendengar juga sandiwara, tapi yang dibaca lebih banyak komik. Cerita tentang Tigor pendekar asmara atau komik wayang Sosrobahu, cerita tentang Sumantri dan Sukrosono. Sandiwara yang dia suka ‘Butir-butir Pasir di Laut' disiarkan siang hari setelah warta berita jam setengah dua.

Tetapi mengapa dan aku selalu bertanya, dari koran, radio, di sekolah maupun majalah, aku tidak pernah mendengar cerita tentang tulisan yang ada di genteng-genteng rumah itu. Manipol Usdek. Aku terus berpikir apa maksud tulisan itu. Kenapa di genteng-genteng rumah petani itu tidak ditulis Mahesa Jenar atau Roro Wilis, tokoh cerita kegemaran aku.

Waktu terus berlalu, berputar mengitari buana membelah cakrawala. Aku beranjak dewasa, untuk melangkah maju aku meninggalkan desa, melanjutkan sekolah di kota. Menjadi mahasiswa, terjun mengolah pikiran serta sikap kebangsaan, dunia pergerakan menjadi pilihan. Bacaan sejarah masyarakat, filsafat dan politik menjadi santapan sehari-hari. Sejenak melupakan kehidupan desaku, masuk ke dalam hiruk pikuk jaman yang menyesakkan.

Lambat laun kemudian terjawab apa yang aku pikirkan selama ini. Manipol USDEK. Garis politik bangsa Indonesia, dasar dan arah revolusi membangun bangsa serta manusia Indonesia yang menolak mentah-mentah penjajahan satu bangsa terhadap bangsa lain, penjajahan manusia terhadap manusia lainnya. Manipol USDEK, gotong royong membangun bangsa menuju kejayaan Nusantara.

Namun penemuan itu menyisakan sesuatu. Bagaimana jalan ceritanya mereka orang-orang desa itu memiliki kesadaran politik yang demikian tinggi. Mestinya mereka diburu karena dianggap bagian dari Gestapu. Dan aku tidak pernah mendengar cerita yang terang tentang sejarah politik di desaku.

Apapun, aku sangat hormat dan bangga, kepada orang-orang desa. Alangkah hebatnya kesadaran mereka, semangat mereka berbangsa, sampai ke pelosok desa. Satu sikap yang kini menjadi mahal dan barang langka.Walau yang aku lihat hanyalah tulisan di atap-atap rumah, memiliki makna yang teramat dalam. Ditulis di tempat yang tinggi, dijunjung tinggi, menjadi panji-panji. Desaku oh desaku.

Menjelang pagi tadi aku coba buka kembali dokumen Manipol Usdek, Gesuri, Jarek, Resopim dan Takem.

Satu semangat melawan imperialisme, yang sedang bermetamorfosa wujudnya, menggilas bangsa manapun yang mau bangkit. Manipol Usdek, Manifesto Politik yang berlandaskan UUD 1945, Sosialisme Demokrasi, Ekonomi Nasional dan Kepribadian Bangsa.

Apa yang salah dari semua itu, buah karya Bung karno, Proklamator pendiri bangsa,yang salah adalah imperialis dan antek imperialis yang bersembunyi di tanah air ini, berlindung di bawah atap demokrasi.

Maka wajar jika musuh-musuh politiknya gentar dan berhitung untuk menghadang semangat Sukarno dengan semangat kebangsaannya, yang didukung oleh rakyat klas tiga dunia, bangsa Asia Afrika, juga para petani pedalaman di desa.

Jarek, sudah mandeg, seperti bis kehabisan bensin di tengah jalan. Kemudian ditarik mobil derek ke tepian. Para penumpang diam kebingungan. Sopir baru datang, dia bilang kita salah jalan. Maka dibuat jalan baru yang cepat, sampai ke tujuan. Meninggalkan para penumpang yang kebingungan. Tanpa ada satu pun yang mampu menghentikan.

Takem ditelan bumi, para petani bertahan hidup dalam mimpi, buruh-buruh antri hilang harapan, pengangguran seperti buih di lautan. Tanah kelahiran tidak sanggup lagi menyangga kehidupan. Sebagian dari mereka harus ke kota menjual tenaga. Seperti ternak menyeret gerobak tuannya. Seringkali nasibnya seperti serangga kecil terperangkap dalam sarang laba-laba. Di himpit gedung tinggi, mereka memburu rejeki. Untuk menyediakan sesuap nasi buat anak isteri.

Angin musim kemarau, gemerisik, kering menghempas pepohonan, meranggas. Terik mentari menukik menghatam kepala para petani yang mengais-ngais sawah ladang yang tersisa. Sungaipun kering, penuh batu, sudah habis pepohonan di hulu. Modal telah menjadi setan serta hantu gentayangan, siap melumat serta menelan siapa saja, kuburkan sila peri kemanusiaan, di bawah nisan teramat dalam.

Demokrasi, kebebasan, kini seperti kehidupan di tengah belantara, saling memburu untuk memenuhi kebutuhan serta mengembangkan kekuasaan. Yang lemah berlari ke sana ke mari dikejar-kejar untuk menjadi mangsa bagi yang kuat.

Manipol Usdek tidak lagi tertulis di genteng-genteng itu, seolah terhapus terkikis rintik hujan, jaman merubah menjadi pelayan kehendak para Tuan. Terasing bangsaku dari tanah airku.

Kini diam, seolah semua diam, sepi seperti malam hari di dalam hutan. Anak bangsa dipenjarakan, diperkosa di ranjang di atas tanah tempat mereka dilahirkan.

Penderitaan akibat penindasan akan tercatat dalam sanubari dan setiap tarikan nafas, membangkitkan perlawanan. Percikan api akan menyala, membakar ilalang kering di tengah ladang. Menghanguskan keterasingan aturan yang menjerat kehidupan.

Angin sejuk akan kembali tiba wahai orang-orang desa. Selimut mendung tebal yang menggumpal di atas negeri kita, akan menjadi hujan, menyirami bumi, tanah akan menjadi basah, menumbuhkan tanaman serta pepohonan. Menyerah menghadapi keadaan bukanlah budaya kita, bukan seperti sandiwara radio yang dulu pernah kita dengar bersama, bukan tulisan yang pernah kita ukir di genteng rumah bambu kita. Menyerah berarti mengkhianati semangat para pendiri bangsa kita, tanah air kita.


Pantang kita mengubur harapan.

Mari kita keluar rumah melihat kembali dunia, menghidupkan kembali jiwa kita. Dan tuliskan kembali di jendela hati, gapura jalan serta genteng rumah kita. Seperti dulu kala, di desa-desa kita.

Selamat datang MANIPOL USDEK , kami menunggumu, merindukanmu, wahai generasi baru bangsaku!

Jakarta, akhir tahun 2009

*) Ketua Umum Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas), dan Sekjend Komite Pimpinan Pusat- Partai Rakyat Demokratik (PRD). Kumpulan puisinya sudah diterbitkan oleh Jaker dengan judul "Negeriku".

Puisi Untuk Ibuku dan Sarinah Indonesia

22 Desember 2009
Puisi Untuk Ibuku dan Sarinah Indonesia

Gelap dan angin malam menyapaku
Menyinggung daun telinga dan menitipkan pesan
Mengantarkan ingatan
Pada masa lampau

Bayi kecil yang menyusahkan
Pagi menangis, malam pun menangis
Sedikit saja perempuan itu bergeser
Kau pun segera melolong seperti anjing di malam hari

Perempuan itu
Orang pertama yang kukenal di kehidupanku
Entah kenapa dia tak mengenal capek dan letih
Kesabarannya seolah tak mengenal batas

Tak pernah kulihat marah di wajahnya
Begitu tulus dan jujur hati dan jiwanya
Tak pernah minta tanda jasa dari siapapun

Tak bisa kulupakan
Dia adalah guru pertama dan terbaik bagiku

Begitu banyak pejuang, tetapi engkau pejuang tertinggi
Engkaulah yang melahirkan pejuang-pejuang
Engkau yang mendidik para pejuang

Ibuku, aku sangat malu menulis ungkapan terima kasih
Apalagi pada lembaran sempit ini
Pengorbananmu adalah samudera luas tak mengenal ujung

Selamat hari ibu kepada ibuku dan ibu-ibu Indonesia
Sarinah-sarinah pejuang tak ada bandingannya.

Tebet, 22 Desember 2009

Puisi ini di tulis oleh Rudi Hartono yang di persembahkan untuk para ibu-ibu di indonesia dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh tanggal 22 desember 2009

12 Desember 2009

HIMBAUAN SOLIDARITAS


PengurusDPW Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) DKI JAKARTA menghimbau masyarakat luas untuk membantukorban musibah kebakaran. Kebakaran yang menimpa warga terjadi pada tanggal, 10desember2009, di Kampung Jembatan Besi Rw 08,Rw 09,Rw 010/Kelurarahan Jembatan Besi,Kecamatan,Tambora, menyebabkan kerugian 191 Rumah ha......ngus terbakar, 275 KK, dan1.736 Jiwa terancam tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Warga yangterkena musibah, siapapun mereka, tentu memerlukan bantuan. Saat ini SRMI telah mendirikan POSKO PEDULI KORBAN KEBAKARAN. Posko yang kamidirikan telah dan akan menyalurkan berbagai bentuk bantuan, seperti bahanmakanan, air, selimut, sarung, pakaian dan pertolongan medis.Para dermawan dan masyarakat yang hendak menyalurkan sumbangan barang berupamakanan, air, selimut, sarung, pakaian dan petolongan medis, bisa dikirimmelalui POSKO PEDULI KEBAKARAN SRMI di alamat, JL.JEMBATATAN BESI.XII Rt04/010 (Sebelah Pos Rw 010 ) Kelurarahan Jembatan Besi. Kecamatan,Tambora JakartaBarat, atau dapat mengubungi telepon 021-99891011 (PA,DEDI) 021-97720306 (PAMUKTAR) 021 977768411|(IPO)Jenis Bantuan yang di butuhkan: Dapur Umum, Susu , Roti dan Biskuit , AirMineral untuk Minum, Obat-obatan, Air dan MCK , Selimut, Pakaian layak Pakai,Pakaian dan Alat Sekolah.Susunan Relawan Koordinator:Dedi,Asisten Koordinator: Muktar, Administrasi: Ipo, Logistik : Jenal Staf:Rubo,Aang,ArisDemikian pernyataan resmi Posko Peduli Korban Kebakaran yang juga diketahuioleh Marlo Sitompul selaku Ketua Umum SRMI.

11 Desember 2009

GAMBAR









PEMERINTAHAN KOALISI/PERSATUAN NASIONAL untuk KEMANDIRIAN BANGSA INDONESIA

Sudah 63 tahun sejak kemerdekaan direbut dan 10 tahun reformasi dikumandangkan! Akan tetapi, perubahan politik dan ekonomi yang mendekat pada perbaikan kesejahteraan rakyat; pemenuhan kebutuhan pokok (sandang, pangan, dan perumahan), pendidikan, dan kesehatan, belum juga memperlihatkan sedikitpun kemajuan. Padahal, Indonesia adalah Negara yang besar dan kaya raya. Dengan potensi yang dimilikinya (kekayaan alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar, dan posisi geografis yang strategis),
seharusnya Indonesia memiliki cukup banyak syarat-syarat untuk menjadi bangsa makmur dan modern. Akan tetapi, semua potensi-potensi tersebut justru dimanfaatkan oleh pemerintahan yang berwatak komprador, untuk melayani kepentingan pemodal asing dan korporasinya.

Krisis Ekonomi Neoliberal dan Politik Alternatif
Menjelang pemilu 2009, ekonomi merupakan isu yang sangat penting. Hal ini disebabkan, bukan saja karena merupakan faktor fundamental dari harapan rakyat, tapi juga karena krisis ekonomi global yang bermuasal dari AS, tempat doktrin neoliberal dijadikan kiblat oleh antek-anteknya di Indonesia. Krisis ini bukan sekedar sebuah resesi ekonomi, bukan sekedar siklus dari sebuah krisis periodik, tapi yang terpenting adalah kegagalan system neoliberal mengatasi krisis kapitalisme itu sendiri.

Kita tidak akan terlalu membeberkan seberapa jauh dampak krisis global terhadap ekonomi Indonesia, karena sebelumnya pun ekonomi Indonesia sudah terlampau menderita, tapi memprediksikan sejauh mana kekuatan politik yang bergantung dari system ini akan tetap bertahan.

Krisis yang berlangsung sekarang, dan tentu saja berdampak luas hingga pemilu, menkonfirmasikan beberapa hal; pertama, pengalihan beban ekonomi dari penanganan terhadap krisis di pusat kapitalis (AS) kepada Negara-negara berkembang. Dan di pundak Negara-negara berkembang, beban tersebutkan akan dipikulkan kepada rakyat miskin dan sektor ekonomi domestik. Kedua, krisis tersebut akan menaikkan ketidakpercayaan terhadap ekonomi neoliberal, dan juga akan menggeser posisi sejumlah politisi, ekonom, ataupun akademisi moderat untuk lebih kritis terhadap neoliberal. Ketiga, krisis ini akan menjadi kesulitan baru bagi pemerintah sekarang untuk menghindar dari kegagalan total, sehingga berpengaruh pada kemerosotan terhadap dukungan mereka dalam momentum electoral.

Jauh sebelum ini, tekanan-tekanan ekonomi terhadap rakyat akibat serangkaian kebijakan ekonomi pemerintah, seperti kenaikan harga BBM, kenaikan harga sembako, kenaikan harga elpiji, telah melahirkan "ketidakpuasan" luar biasa terhadap pemerintah.

Di Negara induknya, AS dan Eropa, kapitalisme neoliberal sedang kena batunya. Mereka tidak sanggup meradang dari letupan krisis financial, yang awalnya dari kredit perumahan, kemudian merambah pada lembaga financial lainnya. Krisis ini semakin mengokohkan prediksi Marx, dan juga memberi angin "segar" kepada beberapa Negara amerika latin yang sedang menciptakan jalan baru; anti-imperialisme. Pengaruh terdekatnya di dalam negeri adalah kehancuran produksi dalam negeri yang sangat bergantung pada ekspor AS, kemandekan investasi, serta kesulitan mendapatkan akses pinjaman kredit dari perbankan.

Secara politik, pendukung neoliberal di Indonesia kehilangan garis belakangnya, dan sedikit kehilangan kepercayaan diri terhadap resep-resepnya sendiri. Hal ini terlihat dari kepanikan luar biasa yang ditunjukkan SBY-JK, dalam menangani dan memblokade dampak krisis ini.

Fragmentasi dan Konstalasi Politik

Hampir semua bangunan politik orba berhasil diruntuhkan oleh gerakan reformasi, kecuali masalah ideologi, yang merupakan problem mendasar dari kehidupan demokrasi. Belum ada pengakuan terhadap semua ideologi untuk hidup, angin demokrasi liberal telah bertiup kencang beriringan dengan neoliberalisme yang menyerbu. Akibatnya, sedikit kebebasan politik hanya melahirkan fragmentasi politik luar biasa. Bukan pemisahan politik karena pertentangan kepentingan masing2 sektor sosial, melainkan pertentangan dari "politik dagang sapi".

Jika pada masa sebelumnya, beberapa partai besar masih dapat menyandarkan dukungannya pada barisan pendukung politik tradisionalnya, seperti PAN-Muhammaduyah, PKB-NU, dan PDIP-Marhaenis/nasionalis. Di masa sekarang, massa tradisionil pun terpecah-belah seiring dengan fragmentasi di kalangan elitnya. Sebagai misal, sekarang Muhammadiyah tak lagi dapat diklaim basis dukungan PAN, karena sebagian besar unsur mudanya telah mendirikan partai baru, Partai Matahari Bangsa (PMB). Basis massa NU pun demikian, selain terpisah karena mendirikan PKNU, juga semakin terpencar akibat konflik internal PKB (Gusdur vs Muhaimin). Ada begitu banyak partai baru, namun rata-rata terbentuk dari pembelahan dari partai yang sudah ada.

Tentara juga ter-fragmentasi ke banyak partai politik. Salah satu bentuk fragmentasi di kalangan mereka tercermin dari kemunculan beberapa partai yang sepenuhnya disokong oleh tentara, yakni Hanura, Gerindra, dan Pakar-Pangan, PKPI, dan Demokrat. Beberapa elit politik yang dulunya bernaung di bawah pohong "beringin"-Golkar, kini dibuang atau menyeberang ke partai-partai yang dibangun tentara, seperti Fuad Bawazier dan Fadli Zoen.

SBY telah memberikan sinyal untuk mengawetkan "duet SBY-JK" dalam pilpres tahun depan, di hadapan peserta Rapimnas Golkar. Sinyalemen SBY semakin kuat, mengingat beberapa petinggi Golkar cenderung mengusung capres non-kadernya, kendati mendapat protes dari sejumlah petinggi Golkar lainnya (Akbar Tanjung, Surya Paloh, dan Sri Sultan, dan Fadel Muhammad). Beda halnya dengan PDIP, kendati sempat menuai popularitas akibat sikapnya menentang kenaikan harga BBM, tapi manuver tokoh konservatifnya (Taufik Kiemas) untuk mendekati Golkar telah menurunkan capaian tersebut.

PKS sendiri, kendati sempat mengajukan wacana capres muda, akan tetapi kelihatannya akan mendukung koalisi Golkar-Demokrat, dengan persyaratan 100 orang PKS di dalam jabatan strategis nanti. PKS masih berkonsentrasi merebut kekuasan mayoritas di parlemen, sambil terus menerus mengakumulasi kekuasaan di daerah (Pilkada Gubernur dan Walikota).

Sangat susah mempertemukan barisan partai yang secita-cita, karena memang partai-partai tersebut tidak mempunyai pegangan/garis politik, sebagai keyakinan politik yang harus diperjuangkan dalam mewujudkan cita-cita kolektif rakyat Indonesia.

Penyederhanaan Politik (Limited Democracy)
Di tengah terjangan ekonomi neoliberal, yang bukan saja menghilangkan penghambat-hambat bagi mobilitas modal, tapi juga memanejemen system demokrasi dan politik; agar lebih akomodatif, efisien, dan memuluskan jalan neoliberalisme. Ide soal penyederhaan politik, yang berbeda dengan cara penyederhanaan parpol di jaman orba, kini kembali menjadi wacana umum kaum pro-neoliberal untuk meminimalkan pertentangan politik agar tidak terlampau lebar.

Sejauh ini, ide penyederhanaan parpol yang dimotivasi neoliberalisme, ditangkap dan sejalan dengan ide partai besar yang khawatir dengan penyebaran suara pemilih kepada banyak partai dan merosotkan perolehan suaranya. Dukungan parpol besar dibuktikan dengan penerapan "parliamentary threshold". Metode ini akan memperkecil atau menyederhanakan jumlah parpol di parlemen. Dengan memperkecil jumlah parpol yang ada, neoliberal berharap dapat menyederhanakan pertentangan politik berada dalam manajemen mereka, sehingga tidak berpotensi "anti neoliberal" dan mengeluarkan cost politik yang banyak.

Sejumlah partai gurem dan partai baru sudah mengemukakan protes terhadap metode tersebut. Hanya saja gaungnya sedikit, karena memang saluran aspirasi yang disampaikan parpol gurem tidak bersentuhan dengan kepentingan massa, melainkan untuk memuluskan "politik dagang sapinya".

Sejauh ini, dalam kontestasi perebutan kepemimpinan nasional, sepertinya figur-figur lama masih terus mendominasi arena panggung politik nasional. Meskipun muncul wacana capres alternatif, capres kaum muda, dan sebagainya, namun kelihatan tetap merupakan wacana doang', karena selain dibatasi oleh jebakan "konstitusional dan procedural, praktek politik yang dibawakan capres-capres baru tersebut tidak berbeda jauh dengan capres-capres yang sudah ada.

Proposal mengenai syarat minimum sebuah partai dapat mengajukan Capres tentu juga merupakan hambatan politik bagi lahirnya kepemimpinan nasional yang baru. Beberapa partai, seperti Golkar dan Demokrat, mengusulkan bahwa syarat partai dapat mengajukan capres sendiri adalah 30%, sedangkan PDIP dan PAN sepertinya mengusulkan langkah moderat dengan 20%. Jika hal itu disetujui, maka boleh jadi hanya ada dua pasangan capres yang akan bertarung dalam pemilu 2009. Jika yang disepakati adalah 20%, maka kemungkinan hanya Golkar--yang kemungkinan menggandeng demokrat-yang dapat mengajukan capres. Lainnya adalah PDIP, tetapi dengan syarat harus aktif menggalang koalisi dengan partai yang agak besar lainnya.

Sedangkan Wiranto dan Prabowo, akan mendapat kesulitan besar karena kasus pelanggaran HAM-nya akan diungkap kembali oleh Pansus DPR, seperti yang dikehendaki oleh SBY-JK. Kalaupun bisa melalui rintangan tersebut, hambatan sebetulnya adalah syarat pencapresan yang sekarang diperdebatkan partai besar, yang tentunya akan begitu sulit diperoleh Hanura sebagai sebuah partai baru.

Bagaimana dengan wacana capres alternatif? Sebetulnya, wacana capres alternatif belum konkret dan masih sebatas wacana. Wacana ini diawali oleh deklarasi Komite Bangkit Indonesia, oleh Rizal Ramli, yang visinya adalah mendorong jalan baru dengan haluan baru dan kepemimpinan nasional yang baru. Kemudian disambut oleh beberapa kalangan muda, dengan memunculkan capres kaum muda/alternatif, terutama Rizal Mallarangen, Fajroel Rahman, dan Ratna Sarumpaet. Hanya deklarasi "RR" lah yang benar-benar serius. Rizal Ramli telah mendeklarasikan diri sebagai capres 2009, lewat konvensi capres Partai Bintang Reformasi (PBR).

Konvergensi Kaum Anti-Neoliberal
Krisis financial, meskipun belum terlampau lebar menerjang sektor kapitalis lainnya, tetapi telah merusak system fundamental dari capital financial itu sendiri. Di Negara-negara selatan, krisis neoliberal dipadukan dengan kerusakan ekonomi luar biasa, yang dampak-dampaknya mendorong ketidakpuasan, protes, dan perlawanan anti -neoliberal. Beberapa sektor sosial yang sangat dirugikan, dan tak ketinggalan sektor kapitalis nasional, telah mengajukan penentangan terhadap proposal Negara-negara maju.

Di Indonesia, sentiment anti -neoliberal sudah manifest lewat perlawanan sektor sosial, yang umumnya paling menderita pertama-kali oleh serangan neoliberalisme. Perlawanan ini sebagaian dapat dipimpin oleh unsur kerakyatan, namun sebagian besar meledak tanpa kepemimpinan politik yang berarti, sehingga seringkali berakhir kegagalan. Sedangkan di kalangan elit politik nasional, sentiment anti-neoliberal belum terwujud, selain dalam pernyataan-pernyataan politik semata.

Menjelang pemilu 2009, isu neoliberalisme patut didorong ke depan sebagai problem kebangsaan yang mendesak diselesaikan. Adalah keharusan bagi kaum pergerakan untuk menjaga dan mengintervensi momentum pemilu ini. Karena dengan ini, kaum pergerakan dapat memelihara pertentangan dan polarisasi kekuatan (anti -neoliberal dan pro-neoliberal) menghadapi pemilu.

Untuk itu, diperlukan strategi konvergensi, yang akan menyatukan dan sekaligus memusatkan kekuatan yang memiliki cita-cita jangka pendek relatif sama untuk menjadi pengelompokan tersendiri menghadapi poros neoliberal. Di sini kaum pergerakan dituntut, untuk mendefenisikan siapa kawan dan lawan, serta sektor-sektor tertentu yang perlu dinetralisir dalam fase histories tertentu. Musuh utama kita adalah pendukung utama system ekonomi neoliberalisme, yaitu partai Golkar dan Demokrat. Kawan sementara kita adalah sektor sosial yang dirugikan oleh neoliberalisme, menentang Golkar dan Demokrat, serta berposisi kritis terhadap neoliberalisme. Sedangkan sektor-sektor yang perlu dinetralisir adalah kekuatan politik peragu, pling-plang; partai yang sikapnya cenderung berubah-ubah tergantung dari perimbangan kekuatan pro-neoliberal dan penentangnya.

PEMERINTAHAN KOALISI/PERSATUAN NASIONAL

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan beberapa hal; pertama, kapitalisme neoliberal sedang mengalami krisis, yang derajat dan tingkat kesulitannya diperkirakan menyamai great depression 1930-an, menciptakan kelonggaran kepada kekuatan progressif/alternative guna melancarkan propaganda. Kedua, situasi politik di dalam negeri, karena kepentingan menjaga kesinambungan neoliberalisme, begitu meninggikan pagar sehingga mempersulit keterlibatan partai-partai dan tokoh-tokoh alternatif. Ketiga, isu anti neoliberalisme, termasuk Tri-Panji Persatuan Nasional, semakin menemukan tempatnya dalam isu dan program yang disusun oleh elit politik nasional, terutama sebagai amunisi untuk "menghajar" pemerintahan SBY-JK.

Ketidakpuasan terhadap neoliberalisme, entah karena dibakar oleh momentum pemilu atau tidak, kini sudah menjadi fenomena politik di kalangan partai-partai oposisi tak loyal dan rival-rival politik SBY-JK. Berbagai fenomena kebrutalan neoliberalisme, seperti keserakahan korporasi, penjarahan kekayaan alam, perebutan asset -aset strategis milik Negara, hingga pada regulasi-regulasi berbau neoliberal, telah mendapat penyikapan sejumlah tokoh politik dan partai-partai politik. Reaksi anggota Pansus Hak Angket atas temuan keterlibatan USAID dalam penyusunan UU Migas, ataupun terbongkarnya kasus penjualan minyak dan gas murah ke China, merupakan fenomena yang dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan terhadap neoliberalisme dan imperialisme.

Di kalangan gerakan kerakyatan, kendati berkali-kali mengambil peran menentukan dalam pertempuran menghadang kebijakan neoliberal, seperti penolakan kenaikkan harga BBM, kenaikan harga elipiji, maupun privatisasi, belum mampu merangkai "platform bersama", dalam pengertian sebuah penyatuan gerakan. Kendalanya adalah fragmentasi gerakan, serta cara pandang berbeda dalam menyikapi situasi yang berkembang atau momentum politik, sehingga seringkali lebih menyodorkan warna ideologis, ketimbang platform bersama. Akibatnya, gerakan kerakyatan masih kesulitan menemukan artikulasi politik yang real dalam perimbangan politik saat ini (pro neoliberal versus anti-neoliberal).

Di atas kertas, seharusnya spectrum politik yang memiliki kecenderungan anti (kritis) terhadap neoliberalisme seperti Nasionalis (progressif), sosialis/kerakyatan, dan religius progressif (sosialis), dapat dipersatukan dalam sebuah platform bersama. Jalan ini bisa menjadi jalan pintas (by-pass) dalam memperbesar perimbangan kekuatan anti-neoliberal, ketimbang memaksakan persatuan gerakan sebagai prioritas utama.

Dalam merespon pemilu 2009, cara untuk merangkai platform bersama adalah dengan mendorong koalisi persatuan nasional, dengan kesepakatan program minimum. Koalisi persatuan nasional bukan saja menggabungkan unsur-unsur gerakan, tokoh progressif, tetapi juga mendesak untuk menyatukan partai-partai politik yang memiliki kesamaan cita-cita; kemandirian bangsa.

Dalam krisis politik, dan terutama adalah krisis kepemimpinan nasional, diperlukan sebuah sebuah koalisi nasional dari berbagai spectrum politik (radikal dan moderat), untuk memunculkan figur baru, sebagai magnit politik baru bagi pilihan rakyat. Penyatuan semacam ini, seharusnya juga mendapat "support" dari unsur gerakan kerakyatan, meskipun dalam nota dukungan kritis (progmatik). Kemenangan Fernando Lugo di Paraguay, yang tidak pernah diprediksikan oleh banyak aktifis gerakan sosial sebelumnya, merupakan kombinasi dari penyatuan lebar seluruh kekuatan anti -politik Colorado dan kesepakatan bersama pada program-program sosial, terutama tiga program inti (pembasmian korupsi, reformasi agrarian, dan renegosiasi ulang soal bendungan hydorolik di perbatasan Brazil).

Di Indonesia, tiga platform utama yang dapat menjadi kesepakatan bersama adalah soal nasionalisasi (atau perbesaran keuntungan Negara dari pengolahan hasil tambang), penghapusan utang luar negeri, dan industrialisasi nasional. Tiga platform tadi, sudah menjadi isu umum yang banyak disikapi oleh politisi, akademisi, dan partai politik.

Tiga platform ini, telah menjadi isu utama dalam pelbagai debat-debat politik di media massa, seminar, talk-show, dan lainnya. Telah menjadi isu penting dalam setiap aksi-aksi anti-neoliberalisme di jalanan. Kemunculan koalisi persatuan nasional, sebagai alat persatuan yang mengangkat tinggi program ini, akan mempertahankannya dalam konteks perjuangan anti-imperialisme.



Visi (Cita-cita Politik)

Atas dasar situasi dan kondisi di atas, visi dan orientasi politik kekuasaan atau pemerintahan yang kita tawarkan adalah:

1.Mendirikan Pemerintahan Indonesia, yakni Pemerintahan Koalisi/Persatuan Nasional untuk kemandirian bangsa yang berdaulat dari intervensi/pengaruh asing, demokratis, bersih dari KKN, dan berpihak kepada rakyat.


2.Mewujudkan bangsa Indonesia yang damai, berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.

3.Mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang demokratis secara politik, memaksimalkan partisipasi rakyat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengontrolan, dan evaluasi kegiatan-kegiatan sosial.

4.Mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang adil secara ekonomi (tanpa eksploitasi antara sesama manusia), dan menjunjung tinggi nilai-nilai kepribadian Indonesia (sesuai semangat kemerdekaan Indonesia).

5.Mewujudkan Indonesia yang damai dalam pluralisme, saling menghargai dan bersatu dalam perbedaan-perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.


Penutup

Kendati jalan ke depan begitu rumit, akan tetapi segala jalan menuju ke sana tetap harus diperjuangkan. Ini bukan khayalan, tapi bisa menjadi fakta. Fenomena di Amerika Latin telah memberikan inspirasi. Bukan itu saja, perubahan dan pergeseran kekuatan politik global telah merekonstruksi tata-dunia baru yang tak lagi uni-polar. Munculnya China dan Rusia, sebagai pesaing baru bagi imperialis AS dan Eropa, telah mendorong keberanian sejumlah pemimpin Negara berkembang untuk berani "berbeda politik" dengan AS. Dan Amerika Latin merupakan benua paling maju untuk hal ini.

Keberhasilan menjatuhkan orde baru pada 10 tahun silam, merupakan pengalaman awal bagi perjuangan rakyat Indonesia. Kebangkitan rakyat berikutnya, dalam segala bentuk arena, akan menstimulus lahirnya Indonesia baru yang lebih berdaulat dan mandiri. Dan kita kaum progressif, akan mengubah apa yang tidak mungkin pada hari ini, untuk menjadi mungkin di hari esok. Merdeka!

10 Desember 2009

MANIFESTO PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK


DARI KANTOR PERWAKILAN LUAR NEGERI
PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK.
Mengingat bahwa para Jenderal-Jenderal anti-demokrasi sering mengutip Manifesto PRD yang dikeluarkan pada tanggal Juli 22 di kanto LBH, Jakarta, PRD merasa perlu mempublikasikan manifesto tsb secara lengkap.

MANIFESTO PARTAI RAKYAT DEMOKRATIK

TIDAK ADA DEMOKRASI DI INDONESIA. Demokrasi --dalam makna kedaulatan rakyat-- adalah prinsip dasar dan landasan bagi pembentukan suatu kekuasaan negara. Selama kedaulatan rakyat masih belum mendapatkan tempat yang layak dalam kehidupan ekonomi, politik, dan budaya sebuah bangsa dan masyarakat, selama itu pula sejarah akan memberikan alat-alat perlawanan untuk menegakkannya.

Selama 30 tahun kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat di bawah kekuasaan Presiden Suharto, kekuasan negara telah menjadi lembaga yang memasung dan menghambat kemajuan-kemajuan partisipasi rakyat dalam proses menentukan jalannya kehidupan bernegara. Kekuasaan eksekutif menjadi sedemikian besar, menindas, tidak terkendali dan melampaui kewenangan lembaga legislatif dan yudikatif

Sejarah bangsa Indonesia, sesungguhnya adalah sejarah perjuangan rakyat yang terkenal gigih dalam melawan segala jenis penghisapan/penindasan dalam upaya untuk menghargai kemanusian dan perdamaian. Namun Rejim Orde Baru telah membuat langkah mundur --bila terbanding ke masa tahun 1950 - 1959-- dalam kehidupan politik.

Hak-hak dasar partisipasi rakyat untuk berpolitik telah dipasung, dibatasi, dibuntungi dengan penerapan 5 paket UU Politik dan Dwi Fungsi ABRI. Hakekat kemerdekaan, yang adalah kebebasan memilih, mengawasil dan menentukan negara yang berkedaulatan rakyat, semakin menjauh dari kehidupan politik sehari-hari. Secara sistematis penguasa semakin mendominasi lapangan politik dengan cara-cara yang inkonstitusional, keji dan brutal. Tidak menghargai perbedaan pendapat, tidak menghargai kritik dan tidak mau mendengar aspirasi-aspirasi rakyat. Kebangkitan perlawanan rakyat --dalam makna masyarakat sipil-- dibalas dengan intimidasi, teror, penangkapan, pemenjaraan, berondongan peluru, dan bahkan dengan pembantaian. Koran-koran, majalah, buku-buku, dan alat-alat pendidikan rakyat lainnya, yang kritis dan berani berbeda dengan pandangan penguasa, dibredel. Para wartawan yang tidak menghendaki pengawasan sepihak atas informasi oleh pemerintah dikirim ke penjara; Kaum buruh yang ditindas secara ekonomi, diintimidasi, diteror bahkan dibunuh; Kaum tani semakin sulit mempertahankan tanahnya dan hak-haknya karena harus harus berhadapan dengan militer yang apabila mereka melawan jarahan kaum kapitalis. Semua logika kekuasan itu dilancarkan, diterapkan, dilaksanakan, dipelihara dengan tujuan; menjaga stabilitas akumulasi modal.

Hingga kini kita melihat semakin dalamnya kesenjangan antara segelintir yang kaya dengan mayoritas yang miskin. Kaum buruh dijajakan dan dieksploitasi secara murah untuk mengundang investasi dan akumulasi modal. Perekonomian Indonesia yang tumbuh di atas 6 %/tahun, hanya dapat dinikmati oleh minoritas kelompok tertentu. Aset-aset ekonomi yang vital dan penting bagi kehidupan rakyat, diswastakan dengan konsesi yang dijual-belikan di antara kerabat dan rekan sejawat. Bentuk-bentuk monopoli dan oligopoli yang menyengsarakan rakyat dilindungi, difasilitasi oleh kekuasaan yang ada. Beban ekonomi semakin berat ketika pemerintahan dipenuhi oleh para koruptor yang berkolusi dengan orang-orang pemerintahan untuk kepentingan pribadi dan kelompok bisnisnya. Lembaga-lembaga imperialis seperti IMF dan World Bank tanpa jemu-jemunya memacu ekonomi Indonesia dengan pinjaman-pinjaman luar negeri. Akibatnya hutang luar negeri Indonesia sekarang ini telah mencapai US$ l00 milyar. Artinya, ini kita berada di peringkat tiga dunia di bawah Brasilia dan Mexico.

Perkembangan ekonomi Indonesia yang makin menguntungkan kelompok minoritas pemilik modal, dan eksploitasi modal asing di Indonesia, menjadikan kehidupan bernegara yang ada semakin keji dan jauh dari cita-cita rakyat untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

30 tahun, delapan bulan, dan duapuluh dua hari kekuasaan Orde Baru ini, secara ekonomi, politik dan budaya tidak bisa diterima dan tidak bisa lagi dipertahankan oleh rakyat Indonesia. Terbukti: kaum buruh mulai melakukan pemogokan di berbagai kawasan industri; kaum tani melakukan aksi-aksi menentang penggusuran; para mahasiswa berdemonstrasi menentang militerisme; para intelektual menentang penindasan atas kebebasan akedemik; para agamawan menolak intervensi militer; para suku anak dalam di Papua Barat dan Kalimantan menantang penghisapan oleh Jakarta; Di Timor-Timur, rakyat Maubere tidak pernah berhenti melawan peyerbuan militer dan penjajahan oleh rejim Orde Baru; rakyat Aceh dan Papua Barat menuntut hak penentuan nasib sendiri. Metode-metode perlawanan rakyat juga terus meningkat melalui aksi-aksi masa besar-gabungan antar sektor masyarakat, menduduki DPR, menyerbu kantor polisi dan markas militer, konfrontasi dengan militer, hingga produksi selebaran-selebaran yang massif. Intinya: ketidak puasan rakyat terjadi dimana-mana; rakyat sudah tida rela hidup di bawah rejim Orde Baru. Sistem ekonomi, politik dan budaya sekarang ini, yang dijaga oleh garda militer rejim Orde Baru, terbukti memang tidak mampu menyalurkan apalagi mencari jalan keluar bagi problem-problem nyata yang dihadapi oleh rakyatnya sendiri.

Sistem ekonomi, politik dan budaya yang ada sekarang sedang bangkrut. Inilah saatnya segala paket perundang-undangan yang membatasi partisipasi rakyat seperti 5 paket UU politik dicabut; inilah saatnya garda militer yang berlindung di bawah Dwi Fungsi ABRI harus dicabut.

Paket undang-undang ini adalah benteng pengabsahan pemerintah untuk membatasi hak-hak politik rakyat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan dan tata-kenegaraan. Partai politik, sebagai ibu kandung dari rakyat untuk berpolitik, sebagai rahim kedaulatan rakyat, harus segera ditegakan; Pemilu yang jujur dan demokratis, dengan tidak membatasi partisipasi dan aspirasi politik rakyat, sebagai hak masyarakat sipil modern, tidak pernah ada; Susunan DPR/MPR mencerminkan kejahatan dalam mempertahankan kekuasaan --oknum-oknum klik kekuasaan dan ABRI mendapat hak-hak khusus yang diangkat oleh Presiden tanpa melalui pemilu; UU tentang organisasi kemasyarakatan tidak mengijinkan afiliasi politik dan dihambat dalam pendiriannya; dan terakhir UU tentang referendum tidak pernah dilaksanakan untuk mengambil suatu keputusan penting seperti perubahan UUD 45 --UUD 45 menjadi suatu yang sakral tanpa mempertimbangkan perubahan situasi ekonomi, politik dan budaya dunia. Rakyat yang berdaulat adalah rakyat yang bisa belajar, memiliki kesempatan, dan memiliki ruang untuk sadar akan kedaulatannya, sadar akan kemampuannya dalam berpolitik. Untuk itu tidak ada jalan lain selain mencabut paket 5 UU politik l985.

Militer menjarah lorong-lorong kehidupan masyarakat sipil, persis dengan hakekat kemiliterannya, sebagai penyandang senjata, terlebih-lebih dengan hakekat kemiliteran rejim Orde Baru --tak terusik oleh sejarah pencerahan abad pertengahan sekalipun. Masyarakat sipil modern yang tak bersenjata harus memiliki otoritas mutlak terhadap militer, menjadikan militer (meminjam istilah masyarakat Perancis) sebagai Si Raksasa Bisu (La Grande Muette) --tak ada satu kata pun tentang politik (baca: kekuasaan) dari moncong senjata. Oleh karena itu: Rakyat harus mencabut Dwi Fungsi ABRI

Pembudakkan rejim Orde baru ke dalam sistem kapitalisme dunia membuat pemerintahan Jenderal Suharto tidak dapat lari dari sorotan internasional atas penindasan yang ada dinegerinya. Tumbangnya rejim-rejim otoriter di Amerika Latin, Afrika, dan Asia mengajarkan pada rejim dan gerakan demokrasi bahwa tidak ada kekuasaan otoriter yang langgeng dan abadi; semua pasti ada akhirnya. Kebijakan ekonomi luar negeri haruslah mempunyai watak anti neo-kolonialisme --seperti yang diwujudkan melalui APEC, AFTA dan NAFTA. Kerjasama Internasional harus dibawah syarat-syarat damai dan kemanusiaan. Untuk itu penjajahan atas Timor-Timur haruslah menjadi Bab dari program perjuangan kita, bukan sekedar embel-embel solidaritas --dalam makna tabo terhadap rakyat Maubere untuk menentukan nasibnya sendiri: MERDEKA. Perjuangan demokrasi Indonesia tidaklah lengkap dan palsu bila tidak menghubungkan dengan tuntutan kemerdekaan bagi rakyat Maubere. Partai Rakyat Demokratik (PRD) menghindari chauvinis-nasionalisme dan menganggap persaudaraan internasionali sebagai watak pokok dari perjuangan rakyat. Terintegrasinya kekuasaan modal secara internasional, dengan dukungan pemerintahan yang melecehkan demokrasi, haruslah juga dilawan secara internasional. Untuk itu Partai Rakyat Demokratik (PRD ) akan aktif dan mendukung semua forum dan aksi damai internasional yang berwatak kerakyatan dan anti penindasan.

Kerja-kerja perjuangan melawan kekuasan rejim Orde Baru tidak dapat dipisahkan dari program Partai rakyat Demokratik (PRD), dan sebagai sebuah partai politik merasa syah, berhak dan wajib berpartisipasi untuk menentukan jalannya pemerintahan dan kekuasan negara. Penumpulan partisipasi rakyat ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kedaulatan rakyat dalam sistem yang ada tidak melulu membutuhkan legitimasi legal-fomal penguasa, bila penguasa yang ada justru tidak dapat menghargai partisipasi aktif dari rakyatnya sendiri untuk mengawasai dan mengkritiknya. Problem-problem masyarakat Indonesia yang kapitalistik ini harus diselesaikan, tidak bisa tidak harus dengan suatu partisipasi rakyat yang harus semakin meluas: DENGAN DEMOKRASI. Berbagai kekuatan yang mungkin membawa perbaikan politik harus sesegera mungkin menyatukan langkah dan program-programnya untuk membentuk suatu pemeritahan yang demokratik kerakyatan.

Suatu pemerintahan yang berwatak demokratik dan kerakyatan haruslah mempunyai kekuatan arah kemilau masa depan yang jelas tentang masyarakat Indonesia, serta jalan keluar bagi persoalan ekonomi, politik dan budayanya --yang selama 30 tahun, delapan bulan, dan duapuluh hari, ditanam dengan pupuk-bangkai dan air-darah rakyat. Untuk mencapai kekuatan arah cita-cita masyarakat yang demokratik tersebut harus dicari kekuatan pendorong untuk mencapainya di tengah-tangah rakyat itu sendiri. Untuk itu persoalan strategi-taktik haruslah dirumuskan dengan cara tepat berdasarkan pada potensi-potensi yang ada di rakyat itu sendiri. Dari semua potensi-potensi yang ada di masyarakat tersebut kami melihat perlawanan kaum buruh adalah pondasi yang paling mungkin untuk diraih dan diorganisir dalam perjuangan demokratik. Jumlahnya yang semakin besar, kesetiaan perlawanannya, dan makna strategisnya bagi perekonomian kapitalisme Orde Baru akan membuat buruh dapat menjadi benteng demokrasi di masa kini dan masa depan; Kekuatan kedua yang secara historis terbukti mampu menjadi kekuatan yang menentukan adalah mahasiswa dan kaum intelektual. Kelompok sosial ini telah menjadi pelopor dalam perlawanan politik menentang kekuasan rejim Orde Baru. Kemampuan mereka dalam ideologi, organisasi dan politik merupakan sumbangan yang penting bagi gerakan demokrasi. Penumpulan dan petualangan gerakan mahasiswa, hanya bisa dikurangi bila terintegrasi dalam gerakan rakyat atau demokrasi secara keseluruhan; Kekuatan ketiga yang terbukti yang terbukti sedang bangkit adalah kaum miskin kota. Jumlah mereka yang besar dan tersingkir akibat daya tarik kota dan pembangunan yang pincang antara kota-daerah menjadikan sektor ini menjadi penyangga basis masa di kota. Dalam aksi-aksi mendukung Megawati, terlihat bagaimana sektor ini secara militan dan fanatik membela hak-hak mereka; Dan sektor terakhir yang juga penting adalah sembangan perlawanan kaum tani.
Kapitalisme brutal yang terjadi telah memiskinkan dan membuat petani kehilangan tanah sebagai alat produksinya. Tidak mengherankan bila sektor ini, yang jumlahnya tersebar dipelosok Indonesia akan menjadi kekuatan pendukung yang penting dalam gerakan demokrasi.

Untuk menyatukan dan menggerakan kekuatan-kekuatan demokratik yang ada sekarang ini harus dibuat suatu platform bersama yang mampu bergerak dalam kesatuan aksi dan tindakan. Kesatuan aksi dan tindakan tidak cukup diwakili oleh persamaan program dan metode, tapi juga kecakapan untuk menerjemakkan momentum pollitik yang mampu menyeret partisipasi rakyat secara lebih luas. Untuk itu momentum Pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun l997 harus direspon dan diantisipasi. Pemilu adalah momentum, ketika kesadaran masa terfokus pada aroma politik dengan disertai pengerahan-pengerahan massa yang luas dari para kontestan. Gerakan demokrasi harus mengamati kesadaran massa sehingga dapat memberikan sumbangannya bagi peningkatan kesadaran rakyat tentang hakekat politik dari kekuasan Orde Baru. Kita tidak boleh mengucilkan diri dari kesadaran massa, apalagi meremehkannya. Alat untuk mengorganisir dan memperluas jaringan gerak-perlawanan dengan memanfatkan isu pemilu dapat diandalkan melalui pembentukan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP). KIPP yang sudah populer tidak dapat terpisah dari kondisi politik yang terus berubah dari hari ke hari. Untuk itu KIPP diharapkan dapat menembus batas-batas kesadaran palsu rakyat dan mampu melakukan agitasi-propaganda untuk mendidik dan mengaktifkan rakyat bahwa pemilu harus dihubungkan dengan kedaulatan rakyat. Dan kedaulatan rakyat akan selalu berhubungan dengan paket 5 UU politik tahun 1985 dan Dwi Fungsi ABRI. Ke sana lah muara KIPP harus ditujukan. KIPP bukan lah sekedar alat dari konsep pemantauan proses pemilihan umum --dari sejak pantarlih hingga penghitungan suara-- namun juga mengawasi sampai sejauh mana kedaulatan rakyat dihargai sebagai fondasi bagi keabsahan pemilu.

Langkah penting yang sudah dirasakan mendesak, dan harus diciptakan adalah membangun suatu front persatuan diatas suatu platform bersama untuk mencapai sasaran-sasaran strategis bagi kedaulatan rakyat seperti pencabutan 5 paket UU politik 1985 dan dan pencabutan Dwi Fungsi ABRI. Dan fondasi front, tidak bisa lagi dan tidak bakal mengalami penguatan bila tidak didasarkan pada basis-basis massa. Untuk itu kualitas organisasi yang layak dalam suatu front haruslah setingkat partai-partai politik atau ormas-ormas yang berbasis massa. Front perjuangan yang serius dan sejati harus lah mempunyai program-program, strategi/taktik, dan slogan-slogan yang mempunyai akar ke basis massa. Front adalah suatu wadah pengerahan massa, bukan wadah kampanye isu politik. Selama ini kita belum sadar akan makna politik front, dan masih tidak bisa membedakan batasan-batasan antara komite aksi dengan front. Untuk tugas-tugas ke depan, suatu usaha membangun front-demokratik harus sesegera mungkin diupayakan. Adalah tidak berguna mempertahankan eksistensi organisasi, bila ia tidak mampu menjawab persoalan politik strategis dalam menghadapi kekuasan rejim Orde Baru yang otoriter. Partai Rakyat Demokratik (PRD) menganggap, bahwa suatu front harus dibangun dengan bersendikan kantong-kantong massa. Selama kantong-kantong masa belum dapat digerakkan menjadi suatu gerakan demokrasi, maka front tersebut akan tertatih-tatih dan gagap menghadapi kekuasaan yang milteristik dan mau menang sendiri. Dengan semua problem-problem masyarkat Indonesia di atas, maka juga harus secara jelas dapat dibayangkan dan divisionerkan suatu masyarakat masa-depan yang demokratis secara ekonomi, politik dan budaya. Partai Rakyat Demokratik (PRD) memandang pentingnya terlebih dahulu untuk menyelesaikan solusi-solusi politik untuk mempermudah solusi-solusi ekonomi Indonesia yang sudah tereksploitasi habis-habisan dibawah kapitalisme. Partai Rakyat Demokratik (PRD) memandang penting, di masa depan, membangun suatu masyarakat sipil modern yang menghormati kedaulatan rakyat dan pembenahan praktek demokrasi dengan trias-politikanya secara sejati dan sepenuh-penuhnya. Pembangunan demokrasi yang sejati dan sepenuh-penuhnya haruslah diabdikan pada kedaulatan rakyat. Untuk itu suatu pemerintahan koalisi-demokratik kerakyatan haruslah diciptakan di masa depan, untuk menyalurkan partisipasi rakyat dengan saling menghormati aliran ideologi dan alat-alat politiknya masing-masing secara damai, tanpa kekerasan.

Perkembangan masyarakat sipil modern Indonesia yang berkedaulatan rakyat akan tergantung dari cara-cara kita membangun suatu gerakan demokrasi di masa kini. Langkah-langkah strategis-taktis harus dibangun sekarang ini dengan tetap berangkat dari kondisi-kondisi kongkrit yang ada dimasyarakat. Untuk itu Partai Rakyat Demokratik (PRD) percaya dan yakin bahwa pengorganisiran rakyat adalah satu-satunya cara untuk menegakan kedaulatan rakyat. Dan berdirinya Partai Rakyat Demokratik (PRD) merupakan salah satu manifestasi dan jawaban untuk menjawab kebekuan dan kebuntuan dari alat-alat politik ekstra parlementer, serta meningkatakan kualitatif gerakan rakyat menuju suatu masyarakat demokratik multi partai kerakyatan yang damai, tanpa kekerasan.

Jakarta, 22 Juli 1996

AMANAT RAKYAT PEMBAYAR PAJAK

Bismillah,

Pada Hari Anti Korupsi Internasional yang suci ini, kami, rakyat pembayar pajak, lapisan masyarakat yang paling dirugikan oleh tindakan korupsi para pejabat di negeri ini, mengamanatkan:

1. Fakta di balik Kriminalisasi KPK agar segera dibuka kepada publik. Para mafia/markus/buaya yang menjadi dalang di balik Kriminalisasi KPK harus segera ditangkap dan diadili. Kami curiga terdapat benang merah antara Kriminalisasi KPK dengan Skandal Bank Century.

2. Menghimbau kepada Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk segera mundur dari jabatannya demi mempertanggungjawabkan kerugian Negara sebesar Rp 6,7 trilyun dalam Skandal Bank Century. Presiden SBY pun, untuk membuktikan niatan baiknya, juga harus bersedia dan bersiap dipanggil menjadi saksi dalam pembongkaran Skandal Bank Century.

3. Menghimbau kepada seluruh rakyat pembayar pajak di seantero negeri untuk segera membentuk posko-posko anti korupsi di kota/kabupatennya. Hanya dengan peran aktif rakyat pembayar pajak sajalah, korupsi di seluruh wilayah Indonesia dapat lebih cepat diberantas.

Demikianlah amanat ini kami sampaikan untuk segera dipenuhi demi terwujudnya Indonesia Baru Tanpa Korupsi. Kami sudah muak, sebagian di antara kami sudah kelaparan. Ini adalah peringatan kami yang pertama. Salam Damai, Suara Rakyat Suara Tuhan.

Seluruh Indonesia, 9 Desember 2009

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) – Lalu Hilman Afriandi
Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) – Marlo Sitompul
Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) – Dominggus Oktavianus
Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) – Tejo Priyono
Serikat Tani Nasional (STN) – Yudi Budi Wibowo
Partisipasi Indonesia – Arie Ariyanto
Partai Rakyat Demokratik (PRD) – Agus Jabo Priyono

09 Desember 2009

PRD Serukan Persatuan Nasional Melawan Korupsi


Selasa, 08 Desember 2009-00.00 | Bravo

Jakarta (Berdikari Online) - Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD) menyerukan kepada seluruh elemen pergerakan, tokoh politik nasional, akademisi, tokoh agama, dan seluruh sektor rakyat untuk membangun persatuan nasional antikorupsi.

"Korupsi adalah musuh bersama, harus dipandang sebagai ekspresi perlawanan terhadap mental rampok para pejabat, penghambat kemajuan ekonomi nasional, dan perusak jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia," ujar Sekjend KPP PRD Agus Jabo Priyono dalam pernyataan pers di Jakarta (07/12).

Agus Jabo menjelaskan, korupsi sekarang ini sudah menunjukkan ekspresi yang sangat mengkhawatirkan, sebuah tingkat dimana korupsi sudah merajalela di mana-mana dan sanggup mengendalikan aparat penegak hukum.

"Setiap tahun korupsi merugikan negara dalam jumlah trilyunan rupiah. Ini membawa dampak buruk bagi perencanaan pembangunan. Belum lagi, perilaku korup ini turut membentuk mental dan kepribadian buruk bagi bangsa di masa depan," tegasnya.

Dikatakannya, pemerintah hingga saat ini belum teruji dalam memberantas korupsi, karena pemerintah tidak sanggup mengungkap berbagai korupsi, khususnya di tingkat pemerintahan.

Jabo mengatakan PRD akan terus melakukan perlawanan, baik melalui aksi massa maupun bentuk propaganda, hingga korupsi benar-benar dienyahkan dari bumi Indonesia. PRD sangat mendukung aksi memperingati hari anti korupsi se-dunia pada 9 Desember mendatang, dan akan menggelar aksi serentak di seluruh cabang-cabang PRD di seluruh Indonesia.

PRD juga menyatakan siap bekerjasama dengan semua kelompok politik yang bersih, serikat tani, serikat buruh, kelompok mahasiswa, tokoh agama, akademisi, hingga partai politik untuk mewujudkan cita-cita Indonesia baru tanpa korupsi. (Ulf)

Agus Jabo : Bailout Century Sarat Pelanggaran Hukum

Selasa, 08 Desember 2009-01.14 WIB | Bravo

Jakarta (Berdikari-Online) - Sekjend Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik Agus Jabo Priyono menyatakan, proses bailout terhadap Bank Century disertai hujan pelanggaran terhadap sejumlah aturan hukum.

Hal itu disampaikan Agus Jabo seusai menggelar pernyataan pers di Jakarta, Senin (07/12), untuk menanggapi perkembangan kasus Bank Century di media massa dan pansus DPR.

Agus Jabo menjelaskan, hasil audit investigasi BPK sudah menemukan lima bentuk pelanggaran hukum dalam kasus Bank Century, diantaranya proses merger dan pengawasan Bank Century oleh Bank Indonesia, pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dengan mengubah peraturan BI, dan penggunaan Perppu JPSK yang sudah ditolak DPR.

Diluar pelanggaran hukum yang disebutkan BPK, menurutnya, ada juga pelanggaran terhadap semangat konstitusi dasar, berupa penggelontoran dana terlalu besar untuk kaum kaya, sementara anggaran untuk orang miskin terus menerus berkurang atau dipangkas.

Agus Jabo menegaskan, konstitusi negara kita mengatur soal jaminan bagi seluruh rakyat untuk mendapat pendidikan, pekerjaan, penghidupan layak, dan sebagainya. Namun, pemerintah tidak mengabaikan aturan konstitusi ini, justru memilih menolong deposan-deposan besar yang sudah sangat makmur.

"Menurut saya, persoalan rasa keadilan terhadap seluruh rakyat, sebagaimana diatur oleh konstitusi dasar kita, jauh melampaui aspek-aspek perdebatan, apakah ini menimbulkan efek sistemik atau tidak?" ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, seluruh sektor sosial yang paling termiskinkan, seperti buruh, petani, dan kaum miskin perkotaan, harus mengambil peran paling aktif di garda depan dalam perjuangan membongkar skandal Bank Century.

Partai Rakyat Demokratik (PRD), menurut dia, akan terus menggalang kekuatan bersama sektor-sektor tersebut, mendirikan posko-posko di beberapa tempat, dan mendorong pengusutan kasus Century ini tanpa kompromi. (Ulf)

Demo Desak KPK Usut Tuntas Korupsi di Pematangsiantar

Selasa, 08 Desember 2009-15.02 WIB | Bravo

Pematangsiantar (Berdikari-Online) - Sedikitnya 50 orang yang tergabung dalam Poros Kota, Selasa, (08/12) pagi tadi, menggelar aksi demo di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jln. HR Rasuna Said, Kuningan. Mereka mendesak KPK segera mengusut tuntas berbagai kasus korupsi di Pematangsiantar.

Koordinator aksi, Imran Simanjuntak mengungkapkan, masyarakat Pematangsiantar sedang mengalami krisis ketidakpercayaan terhadap Walikota sekarang, RE Siahaan, karena diduga terlibat sejumlah kasus korupsi.

Saat ini, sedikitnya ada 14 kasus korupsi yang melibatkan Walikota RE. Siahaan. Namun, hingga kini dia belum pernah dijerat oleh proses hukum.

Pada saat memulai jabatan, menurut Imran, sang Walikota sudah tersangkut kasus penerimaan CPNS di Pematangsiantar, dimana dia mengangkat 17 orang yang tidak lolos dan tidak mengikuti ujian.

Disamping itu, Walikota RE. Siahaan juga diduga terlibat dalam persekongkolan memenangkan perusahaan tertentu dalam tender proyek rehab RSUD Pematangsiantar. Pada tahun 2007, dia juga diduga terlibat dalam penggelapan dana sosial sebesar Rp.16,6 milyar. Kemudian, pada tahun 2009, Walikota dari partai Demokrat ini juga terkait dalam ruislag SMAN 4 Pematangsiantar, yang diduga merugikan negara sebesar 15 Milyar.

Namun, menurut Imran, Walikota ini belum pernah dijerat oleh proses hukum dan masih menjalankan kekuasaannya dengan bebas di Siantar.

Padahal, lanjut Imran, kondisi sosial di Pematangsiantar sudah cukup memprihatinkan, selain karena tidak berjalannya pelayanan publik, juga proses pendidikan yang kurang berjalan dengan maksimal.

Dijelaskan Imran, berbagai sektor sosial di Siantar, seperti guru, siswa, pekerja, pedagang, petani sangat menginginkan agar KPK segera menangkap Walikota ini. Hal itu dimaksudkan untuk memberi kepercayaan kembali kepada pegawai dan rakyat, sehingga aktivitas sosial bisa berjalan seperti biasa. (Rd)

07 Desember 2009

Noam Chomsky dan Perjuangan Melawan Neoliberalisme

Robert W McChesney Neoliberalisme adalah paradigma ekonomi politik yang mendefinisikan jaman kita - ia mengacu pada berbagai kebijakan dan proses di mana segelintir kepentingan swasta diperbolehkan mengontrol sebesar mungkin kehidupan sosial agar dapat memaksimalkan keuntungan pribadi mereka. Awalnya diasosiasikan dengan Reagan dan Thatcher, selama dua dekade neoliberalisme telah menjadi tren ekonomi politik global yang dominan dan diadopsi oleh partai-partai politik di tengah dan banyak partai-partai kiri tradisional* maupun kanan. Partai-partai ini dan kebijakan yang mereka terapkan mewakili kepentingan mendesak para investor yang sangat kaya berupa perusahaan besar yang jumlahnya kurang dari seribu. Di samping kalangan akademisi dan anggota komunitas bisnis, istilah neoliberalisme kebanyakan tidak diketahui maupun digunakan oleh khalayak luas, terutama di Amerika Serikat. Di sana justru kebalikannya, inisiatif neoliberal dikarakterkan sebagai kebijakan pasar bebas yang mendorong usaha swasta dan pilihan konsumen, menjunjung tanggung-jawab pribadi dan inisiatif bisnis, dan menghabisi tangan mati pemerintah yang tidak kompeten, birokratik dan parasitik, yang tak pernah dapat berbuat baik bahkan bila niatnya baik, dan itu pun jarang ada. Selama satu generasi, upaya-upaya hubungan masyarakat (public relations) telah memberikan istilah dan ide ini aura yang hampir sakral. Hasilnya, klaim-klaim yang mereka ajukan jarang butuh dibela, dan itu dilakukan untuk merasionalisasikan segalanya dari mengurangi pajak bagi kaum kaya dan mempreteli regulasi lingkungan hidup hingga melucuti pendidikan publik dan program-program kesejahteraan sosial. Memang, segala aktivitas yang dapat mengganggu dominasi korporasi terhadap masyarakat, otomatis dicurigai; karena itu akan mengganggu mekanisme pasar bebas, yang diajukan sebagai satu-satunya hal yang dapat mengalokasikan barang kebutuhan dan jasa secara rasional, adil, dan demokratik. Saat tampil paling lihai, para proponen neoliberalisme terdengar seakan-akan mereka melayani rakyat miskin, lingkungan hidup, dan semua orang ketika mereka menerapkan kebijakan atas nama segelintir kaum kaya. Konsekuensi ekonomi dari kebijakan-kebijakan hampir di mana pun adalah sama, dan tepat seperti yang bisa kita duga: meningkatnya ketimpangan sosial dan ekonomi secara massif, memperparah kesengsaraan negeri-negeri termiskin dan rakyat di dunia secara nyata, bencana bagi lingkungan hidup secara global, ekonomi global yang tak stabil dan bonanza yang tak ada duanya bagi kaum kaya. Dihadapkan pada fakta-fakta ini, para pembela tatanan neoliberal mengklaim bahwa hasil penjarahan terhadap kehidupan rakyat pasti akan menyebar ke massa luas penduduk - asalkan kebijakan neoliberal yang memperparah problem tidak diganggu. Akhirnya, kaum neoliberal tidak mampu dan tidak menawarkan pembelaan empiris bagi dunia yang sedang mereka buat. Sebaliknya, mereka menawarkan - bahkan menuntut - keyakinan relijius terhadap kebenaran mutlak pasar yang tak diregulasi, yang diambil dari teori-teori abad kesembilan-belas yang sangat sedikit relevansinya dalam dunia nyata. Kartu as terakhir para pembela neoliberalisme, walau demikian, adalah bahwa tidak ada alternatif lain. Masyarakat komunis, demokrasi sosial, dan bahkan negara kesejahteraan yang moderat seperti Amerika Serikat telah gagal, demikian klaim kaum neoliberal, dan para warganya telah menerima neoliberalisme sebagai jalan satu-satunya yang mungkin. Ia mungkin tak sempurna, tapi itulah satu-satunya sistem ekonomi yang mungkin. Pada awal abad keduapuluh, beberapa kritikus menyebut fasisme sebagai "kapitalisme tanpa sarung tangannya", artinya fasisme adalah kapitalisme murni tanpa hak-hak demokratik dan organisasi. Faktanya, kita mengetahui bahwa fasisme jauh lebih kompleks dari itu. Neoliberalisme, di sisi lain, memang "kapitalisme tanpa sarung tangan." Ia mewakili suatu era di mana kekuatan bisnis lebih kuat dan lebih agresif, serta menghadapi oposisi yang lebih tak terorganisir dibandingkan sebelumnya. Dalam iklim politik ini mereka mencoba menyusun kekuatan politik mereka dalam semua lini yang dimungkinkan, dan sebagai hasilnya kekuatan bisnis semakin sulit ditentang, serta masyarakat sipil (non-pasar, non-komersial, dan demokratik) dapat dikatakan hampir tidak ada. Justru pada penindasannya terhadap kekuatan-kekuatan non-pasar ini lah kita melihat bagaimana neoliberalisme beroperasi bukan saja sebagai sistem ekonomi, tapi juga sebagai sistem politik dan budaya. Di sini terdapat perbedaan mencolok dengan fasisme, yang berdasarkan rasisme dan nasionalisme membenci demokrasi formal dan gerakan sosial yang sangat termobilisasi. Neoliberalisme berjalan paling baik ketika terdapat demokrasi elektoral, tapi ketika penduduknya dijauhkan dari informasi, akses, dan forum-forum publik yang dibutuhkan bagi partisipasi bermakna dalam pengambilan keputusan. Sebagaimana dituturkan oleh guru neoliberal Milton Friedman dalam Capitalism and Freedom, karena penciptaan-profit adalah esensi demokrasi, pemerintah mana pun yang mengupayakan kebijakan anti-pasar adalah anti-demokratik, tak peduli sebesar apa pun dukungan rakyat terdidik terhadap mereka. Maka yang terbaik adalah membatasi kerja pemerintahan dalam melindungi kepemilikan swasta dan mempertahankan kontrak perjanjian yang ada, serta membatasi debat politik pada isu-isu yang tak penting. (Persoalan yang penting seperti produksi dan distribusi sumber daya serta organisasi sosial harus ditentukan oleh kekuatan pasar.) Berbekal pemahaman demokrasi yang sesat ini, kaum neoliberal seperti Friedman tidak keberatan dengan aksi militer penggulingan pemerintahan Allende di Cili yang terpilih secara demokratik, karena Allende mengganggu kontrol bisnis dalam masyarakat Cili. Setelah lima belas tahun berada di bawah kediktatoran yang seringkali brutal dan liar - semuanya atas nama pasar bebas yang demokratik - demokrasi formal dihidupkan kembali pada 1989 dengan konstitusi yang sangat mempersulit, kalau tak bisa dibilang tak memungkinkan, bagi warga negara untuk menentang dominasi militer-bisnis dalam masyarakat Cili. Itulah demokrasi neoliberal secara ringkas: perdebatan remeh-temeh tentang isu-isu yang tak penting oleh partai-partai yang pada dasarnya mengupayakan kebijakan yang sama-sama pro-bisnis, terlepas dari perbedaan formal dan perdebatan kampanye. Demokrasi dibolehkan selama upaya mengontrol bisnis berada di luar pembahasan atau perubahan oleh rakyat, dengan kata lain, selama itu bukan demokrasi. Sistem neoliberal dengan demikian memiki produk sampingan yang penting dan dibutuhkannya - warga negara yang terdepolitisasi, ditandai oleh apatisme dan kesinisan. Bila demokrasi elektoral hanya berdampak kecil dalam kehidupan sosial, tidaklah rasional memberikannya banyak perhatian; di Amerika Serikat, lahan berkembang-biaknya demokrasi neoliberal, jumlah pemilih dalam pemilihan kongres tahun 1998 mencatat rekor terendah, dengan hanya sepertiga warga dengan hak pilih hadir di tempat pemungutan suara. Walau terkadang ini menjadi kekuatiran partai-partai besar seperti Partai Demokrat AS yang cenderung mengincar suara dari mereka yang dimiskinkan, rendahnya jumlah pemilih cenderung diterima dan didukung oleh kekuatan-kekuatan yang ada sebagai sesuatu yang sangat baik; karena para non-pemilih, bukan kejutan lagi, secara menyolok berasal dari kelas miskin dan pekerja. Kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan minat pemilih dan tingkat partisipasi segera dikebiri sebelum sampai ke arena publik. Di Amerika Serikat, contohnya, dua partai besar yang didominasi kekuatan bisnis, dengan dukungan komunitas korporasi, telah menolak undang-undang reformasi - beberapa diantaranya mereka caci-maki - sehingga tidaklah mungkin membentuk partai politik baru (yang dapat menarik minat non-bisnis) dan membuatnya efektif. Walaupun sering terlihat adanya ketidakpuasan dengan Partai Republikan dan Partai Demokrat, politik elektoral adalah satu arena di mana konsep kompetisi dan pilihan bebas tidak banyak bermakna. Dalam beberapa aspek, kaliber debat dan pilihan dalam pemilihan umum neoliberal cenderung menyerupai negara komunis berpartai-tunggal daripada suatu demokrasi sejati. Tapi ini belum mengindikasikan dampak berbahaya neoliberalisme dalam budaya politik yang berpusat pada warga. Di satu sisi, ketimpangan sosial yang ditimbulkan oleh kebijakan neoliberal menghambat segala upaya untuk merealisasikan kesetaraan hukum yang dibutuhkan untuk membuat demokrasi kredibel. Korporasi besar memiliki sumber daya untuk mempengaruhi media dan menguasai proses politik, dan hal itu mereka lakukan. Dalam politik elektoral AS, sebagai satu contoh saja, seperempat dari satu persen warga terkaya di Amerika memberikan 80% dari keseluruhan kontribusi politik individual; sedangkan korporasi menghabiskan lebih banyak uang untuk itu dibandingkan buruh dengan perbandingan sepuluh banding satu. Dalam neoliberalisme ini semua masuk akal; pemilihan umum mencerminkan prinsip pasar, dengan besarnya kontribusi sebanding dengan investasi. Hasilnya, ia memperkuat anggapan bahwa politik elektoral tidak relevan bagi kebanyakan orang dan kekuasaan korporasi tetap terjaga tanpa digugat. Di sisi lain, agar efektif, demokrasi mengharuskan orang merasakan koneksi dengan sesama warga negara, dan koneksi ini memanifestasikan dirinya melalui beragam organisasi dan institusi non-pasar. Budaya politik yang hidup membutuhkan kelompok-kelompok komunitas, perpustakaan, sekolah umum, organisasi warga, koperasi, tempat pertemuan umum, asosiasi sukarelawan, dan serikat buruh yang memberikan jalan bagi warga untuk bertemu, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan sesamanya. Demokrasi neoliberal, dengan konsep pasar uber alles, membidik sektor ini. Bukannya warga negara, ia menghasilkan konsumen. Bukannya komunitas, ia memproduksi mal-mal belanja. Hasil akhirnya adalah masyarakat yang teratomisasi, terdiri dari individu-individu yang terpisah-pisahkan, yang merasakan demoralisasi dan secara sosial tidak berdaya. Ringkasnya, neoliberalisme adalah musuh utama dan terdepan bagi demokrasi partisipatoris sejati, bukan saja di Amerika Serikat tapi di seluruh penjuru planet, dan ini akan berlanjut di masa depan. Adalah tepat bahwa Noam Chomsky merupakan tokoh intelektual terdepan di dunia saat ini dalam pertempuran merebut demokrasi dan melawan neoliberalisme. Pada tahun 1960an Chomsky adalah kritikus perang Vietnam utama yang berasal dari AS dan, lebih luas lagi, mungkin merupakan seorang analis paling tajam mengenai kebijakan luar negeri AS yang menghancurkan demokrasi, menghanguskan HAM, dan mengedepankan kepentingan segelintir kaum kaya. Pada tahun 1970an, Chomsky (bersama mitranya, Edward S. Herman) mulai melakukan riset tentang cara-cara media berita AS melayani kepentingan elit dan menghambat kapasitas warga negara dalam mengatur secara sungguh-sungguh kehidupan mereka secara demokratik. Buku mereka yang terbit tahun 1988, Manufacturing Consent masih menjadi titik tolak bagi penyelidikan yang serius mengenai kinerja media berita. Selama tahun-tahun ini Chomsky, yang dapat dikarakterkan sebagai seorang anarkis atau mungkin lebih akuratnya, sosialis libertarian, ialah seseorang yang vokal, berprinsip, serta secara konsisten dan demokratik menentang dan mengritik negara dan partai politik Komunis dan Leninis. Ia mendidik tak terhitung banyaknya orang, termasuk saya sendiri, bahwa demokrasi adalah batu pijakan yang tak bisa dinegosiasikan dalam masyarakat paska-kapitalis apa pun yang patut diperjuangkan atau menjadi tempat kita menjalani hidup. Pada saat bersamaan, ia mendemonstrasikan absurdnya menyama-nyamakan kapitalisme dengan demokrasi, atau berpikir bahwa masyarakat kapitalis, bahkan dalam situasi terbaiknya, akan membuka akses informasi atau pengambilan keputusan yang melampaui kemungkinan yang paling sempit dan terkontrol. Saya ragu bahwa ada penulis lain, kecuali mungkin George Orwell, yang mendekati Chomsky dalam menghimpun secara sitematis kemunafikan kaum penguasa dan para pakar ideologi di masyarakat Komunis dan kapitalis dengan klaim mereka bahwa demokrasi mereka adalah bentuk paling sejati yang dimungkinkan bagi kemanusiaan. Pada tahun 1990an, semua ragam tema karya politik Chomsky - dari anti-imperialisme dan analisis kritik media hingga tulisan-tulisan tentang demokrasi dan gerakan buruh - telah dikumpulkan, berkulminasi pada karya seperti Profit Over People, tentang demokrasi dan ancaman neoliberal. Chomsky telah banyak berjasa dalam menghidupkan pemahaman tentang persyaratan sosial bagi demokrasi, dengan menarik pelajaran dari Yunani kuno maupun pemikir-pemikir utama dalam revolusi demokratik dari abad ketujuhbelas dan delapanbelas. Sebagaimana dijelaskannya, tidaklah mungkin menjadi proponen demokrasi partisipatoris dan pada saat bersamaan menjadi kampiun kapitalisme atau masyarakat lainnya yang terbagi-bagi dalam kelas. Dalam melakukan penilaian terhadap perjuangan historis riil untuk demokrasi, Chomsky juga mengungkap bahwa neoliberalisme sama sekali bukan hal baru; ia hanyalah versi terkini dari peperangan yang dilakukan oleh segelintir kaum kaya untuk memangkas hak-hak politik dan kekuasaan warganegara dari kaum yang jumlahnya jauh lebih besar. Chomsky bisa jadi juga seorang kritik terdepan terhadap mitologi pasar "bebas" alami, yakni hymne gembira yang didesakkan ke kepala kita tentang ekonomi yang kompetitif, rasional, efesien, dan adil. Sebagaimana ditunjukkan oleh Chomsky, pasar hampir selalu tak pernah kompetitif. Sebagian besar ekonomi didominasi oleh korporasi yang massif dengan kontrol luar biasa terhadap pangsa pasar mereka dan oleh karenanya menghadapi sedikit kompetisi berharga seperti yang digambarkan dalam buku-buku pelajaran ekonomi dan pidato-pidato politikus. Lebih jauh lagi, berbagai korporasi pun adalah organisasi yang secara efektif totaliter, beroperasi menurut garis non-demokratik. Dengan ekonomi kita yang berpusat pada institusi seperti itu, sungguh terkompromikanlah kemampuan kita untuk memiliki masyarakat yang demokratik. Mitologi pasar bebas juga meyakini bahwa pemerintah adalah institusi yang tak efesian dan harus dibatasi, agar tidak merugikan sihir laissez faire alami pasar. Faktanya, sebagaimana ditekankan oleh Chomsky, pemerintah menempati posisi sentral dalam sistem kapitalis modern. Mereka dengan murah hati menyubsidi korporasi dan bekerja untuk mendorong kepentingan korporasi dalam berbagai lini. Korporasi yang diuntungkan oleh ideologi neoliberal faktanya justru sering munafik: mereka menghendaki dan mengharapkan pemerintah untuk mengucurkan dolar pajak ke mereka, dan melindungi pasar mereka dari kompetisi, tapi mereka ingin diyakinkan bahwa pemerintah tidak akan memajaki mereka atau memberi dukungan atas nama kepentingan non-bisnis, terutama kaum miskin dan kelas pekerja. Pemerintah justru lebih besar dari sebelumnya, tapi di bawah neoliberalisme mereka lebih tidak berpura-pura mengakomodasi kepentingan non-korporasi. Peran sentral pemerintah dan pembuat kebijakan paling nyata terlihat dalam kemunculan ekonomi pasar global. Apa yang dipresentasikan oleh para ideolog pro-bisnis sebagai ekspansi alami pasar bebas melintasi perbatasan, pada faktanya adalah sebaliknya. Globalisasi adalah hasil dari pemerintah-pemerintah adidaya, terutama Amerika Serikat, yang mendorong kesepakatan-kesepakatan dagang dan perjanjian lainnya ke tenggorokan rakyat dunia untuk memudahkan korporasi dan kaum kaya mendominasi ekonomi-ekonomi bangsa di seluruh dunia tanpa bertanggung-jawab apa pun terhadap rakyat-rakyat bangsa tersebut. Proses ini tampak paling jelas dalam pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia pada awal 1990an dan kini dalam perumusan rahasia atas nama Kesepakatan Investasi Multilateral (MAI). Sesungguhnya, salah satu ciri paling menyolok dari sistem ini adalah kemampuannya mengebiri diskusi dan debat yang jujur dan terbuka tentang neoliberalisme di Amerika Serikat maupun tempat lainnya. Kritik Chomsky terhadap tatanan neoliberal secara efektif berada di luar jangkauan analisa mainstream meskipun tersedia landasan empiris yang kuat dan berkomitmen pada nilai-nilai demokratik. Di sini, analisa Chomsky tentang sistem doktrinal dalam demokrasi kapitalis menjadi berguna. Korporasi media berita, industri Humas, ideolog-ideolog akademisi, dan budaya intelektual menuliskan sandiwara besar untuk menyajikan "ilusi yang dibutuhkan" agar situasi yang tak dapat ditolerir ini tampil seolah-olah rasional, berlandaskan niat-baik, dan dibutuhkan (kadang perlu tampil diinginkan). Sebagaimana buru-buru ditunjukkan oleh Chomsky, ini bukan konspirasi formal oleh kepentingan besar, karena tak perlu seperti itu. Melalui beragam mekanisme institusional, dikirimkan sinyal-sinyal kepada para intelektual, komentator, dan wartawan, untuk mendorong agar status quo terlihat sebagai pilihan terbaik di antara yang mungkin. Diupayakan pula agar mereka yang diuntungkan oleh status quo dijauhkan dari tantangan. Karya Chomsky adalah seruan langsung bagi para aktivis demokratik untuk membangun kembali sistem media kita agar terbuka bagi perspektif dan penyelidikan anti-korporasi dan anti-neoliberal. Ini juga suatu tantangan bagi semua intelektual, atau setidaknya mereka yang menyatakan berkomitmen terhadap demokrasi, untuk berkaca langsung di hadapan cermin dan menanyakan diri mereka sendiri kepentingan siapa, dan untuk nilai-nilai apa, mereka melakukan pekerjaan mereka. Deskripsi Chomsky tentang cengkraman neoliberal/korporasi dalam ekonomi, kebijakan, jurnalisme, dan budaya kita begitu kuat dan menimbulkan keprihatinan sehingga bagi beberapa pembaca itu dapat menciutkan nyali. Dalam masa politik yang mendemoralisir ini, beberapa pihak dapat mengambil langkah berikutnya dengan menyimpulkan bahwa kita terjebak dalam sistem yang regresif ini karena, sayangnya, umat manusia praktis tak mampu menciptakan tatanan sosial yang lebih manusiawi, egalitarian dan demokratik. Faktanya, kontribusi terbesar Chomsky mungkin terletak pada penekanannya pada kecenderungan demokratik yang fundamental dalam rakyat di dunia, dan potensi revolusioner yang tersirat dalam denyut tersebut. Bukti terbaik tentang kemungkinan ini adalah begitu bersusah-payahnya korporasi mencegah berdirinya demokrasi politik yang sejati. Para penguasa dunia memahami secara implisit bahwa sistem mereka didirikan untuk memenuhi kebutuhan segelintir, bukan banyak orang, dan bahwa orang yang lebih banyak tersebut tidak dapat dibolehkan mempertanyakan atau mengubah kekuasaan korporasi. Bahkan dalam demokrasi tambalan yang memang ada, komunitas korporasi bekerja tanpa henti untuk mengawasi agar isu-isu penting seperti MAI tidak pernah diperdebatkan secara umum. Dan komunitas bisnis membelanjakan uang yang sangat banyak untuk menyewa aparat humas untuk meyakinkan rakyat Amerika bahwa yang ada adalah yang terbaik dari segala yang mungkin. Menurut logika ini, kemungkinan perubahan sosial yang lebih baik perlu ditakuti bila komunitas korporasi meninggalkan humasnya dan tak lagi menyogok pemilu, membolehkan media representatif, dan tak keberatan mendirikan demokrasi partisipatoris egalitarian sejati karena ia tak lagi takut pada kekuatan rakyat banyak. Pesan-pesan neoliberalisme yang paling lantang adalah bahwa tidak ada lagi alternatif terhadap status-quo, dan bahwa umat manusia telah mencapai tingkat yang tertinggi. Chomsky menunjukkan bahwa terdapat beberapa periode lain sebelumnya yang dinyatakan sebagai "akhir sejarah". Pada tahun 1920an dan 1950an, contohnya, kaum elit AS mengklaim bahwa sistem yang ada berjalan baik dan kejinakan massa mencerminkan kepuasan meluas terhadap status quo. Peristiwa yang terjadi tak lama setelah itu membuat terang benderang ketololan keyakinan tersebut. Dugaan saya adalah bila kekuatan demokratik mencatat sedikit saja kemenangan nyata, darah pun segera mengalir kembali dalam nadi mereka, dan pembicaraan tentang tidak adanya harapan untuk perubahan akan bernasib sama seperti fantasi-fantasi kaum elit sebelumnya tentang kejayaan kekuasaan mereka yang akan berlangsung selama seribu tahun. Pandangan bahwa tidak ada alternatif yang lebih baik terhadap status quo justru saat ini lebih parah dibandingkan sebelumnya, dalam era di mana terdapat teknologi-teknologi yang susah diterima akal dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi manusia. Benar bahwa masih belum jelas bagaimana kita dapat mendirikan tatanan paska-kapitalis yang dimungkinkan, bebas, dan manusiawi; pandangan itu memiliki kesan utopia. Tapi tiap langkah maju sejarah, dari pengakhiran perbudakan dan pendirian demokrasi untuk mengakhiri kolonialisme formal, pada titik tertentu harus menaklukkan anggapan bahwa hal tersebut tak mungkin karena belum pernah dilakukan sebelumnya. Sebagaimana ditunjukkan oleh Chomsky, aktivisme politik terorganisir berjasa atas tingkat demokrasi yang kita miliki saat ini, hak pilih universal bagi orang dewasa, hak-hak perempuan, serikat buruh, hak-hak sipil, kebebasan yang kita nikmati. Bahkan bila pandangan tentang masyarakat paska-kapitalis tampaknya tak tercapai, kita tahu bahwa aktivitas politik manusia dapat membuat dunia tempat kita tinggal menjadi sangat manusiawi. Ketika kita mencapai titik tersebut, mungkin kita akan dapat kembali memikirkan tentang pembangunan ekonomi politik yang berdasarkan pada prinsip kerjasama, persamaan, pemerintahan swadaya, dan kebebasan individu. Hingga saat itu tiba, perjuangan untuk perubahan sosial bukanlah persoalan hipotetik. Tantangan neoliberal saat ini telah menyebabkan krisis politik dan ekonomi yang massif dari Asia timur ke Eropa timur dan Amerika Latin. Kualitas kehidupan di negeri-negeri maju seperti Eropa, Jepang, dan Amerika Utara sangat rapuh dan masyarakatnya berada dalam keresahan yang cukup berarti. Pergolakan besar menghantui tahun-tahun dan dekade ke depan. Terdapat keraguan yang cukup besar tentang kelanjutan dari pergolakan itu, dan sedikit saja alasan untuk memikirkan itu akan otomatis berujung pada resolusi yang demokratik dan manusiawi. Itu akan ditentukan oleh bagaimana kita, sebagai rakyat, mengorganisir diri, merespon, dan beraksi. Seperti dikatakan Chomsky, bila kau beraksi layaknya tak ada perubahaan yang lebih baik, maka kau menjamin bahwa tidak ada perubahan yang lebih baik. Pilihan ada pada kita, pilihan ada pada Anda. ------------- *Kiri tradisional yang dimaksud adalah partai-partai komunis peninggalan perang dingin.

Perfect Day

BTricks


ShoutMix chat widget

Pengunjung

PENGUNJUNG

free counters