TRIPANJI PERSATUAN NASIONAL

1. HAPUSKAN HUTANG LUAR NEGERI 2. NASIONALISASI INDUSTRI ASING 3. INDUSTRIALISASI NASIONAL
Tampilkan postingan dengan label BELAJAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BELAJAR. Tampilkan semua postingan

07 Januari 2011

Marhaenisme Sebagai Marxisme Yang Diterapkan (Bagian Pertama)




Saudara-saudara sekalian

Saya diminta untuk memberikan wejangan sekadarnya resepsinya dalam pendahuluan daripada kongres Partindo ini.

Wejangan atau pidato biasanya dimulai dari beberapa sudut. Dari sudut apa saya harus mulai pidato saya ini? Saya kira lebih baik saya mulai pidato saya ini dari sudut apa yang telah dikatakan apa yang dikatakan oleh saudara Asmara Hadi dan saudara Winoto, yang mengatakan bahwa Partindo berdiri diatas dasar Marhaenisme ajaran bung Karno. Malahan saudara Winoto ditandas-tandaskan beberapa kali, Marhaenisme Partindo adalah Marhaenisme ajaran bung Karno, Marhaenisme ala Sukarno, Marhanisme ala bung Karno. Itu beberapa kali ditandas-tandaskan. Sampai rasanya juga masuk tulang sumsum saya saudara-saudara. Masuk tulang sumsum saya.

Kemudian saya ngerogoh salira, meriksa saya punya diri sendiri. ”He Sukarno! Engkau diperingatkan oleh Asmara Danuwinoto, bahwa yang harus dipakai sebagai dasar, dus harus dilaksanakan adalah Marhanisme ala Sukarno. Sekarang Sukarno bertanya kepada Sukarno, apakah engkau menjalankan Marhaenisme ala Sukarno apa tidak? Itulah ragahan salira saya, waktu saya duduk disana mendengarkan pidatonya saudara Asmara Hadi dan saudara Asmoro Danuwinoto…..
Saudara-saudara menurut keyakinan saya, saya bediri melaksanakan Marhaenisme ala Sukarno. Sebab sebagai tadi dikatakan oleh Saudara Asmara Hadi, Marhaenisme adalah Marxisme yang dijalankan Indonesia.

Saya bertanya: He Sukarno, apakah engkau menjalankan Marhaenisme di Indonesia? Ya, kataku.

Nah, lantas urutan yang lain ialah, dua orang menamakan dirinya Marhanis. Tetapi tidak menjalankan Marxisme di Indonesia, apakah dia Marhaenisme apa tidak? Saya bilang bukan! Orang demikian itu Marhaenisme gadungan ! saudara-saudara.

Ada lagi pertanyaan: kalau Marxisme sejati, apakah Marxis sejati itu radikal revolusioner apa tidak ? saya kata, ya. Marxis sejati adalah radikal revolusioner. Dus orang yang menyebut dirinya radikal revolusioner tapi tidak Marxistis, apakah dia benar-benar radikal revolusioner? Saya berkata, tidak! Orang yang demikian itu, yang tidak radikal, tidak revolusioner adalah Marxisme gadungan.

Ada lagi urutan lain, kalau Marxis sejati, apakah dia menderita penyakit komunistophobi apa tidak. Dus, orang yang tidak menyebutkan dirinya Marxis, tetapi dia menderita penyakit komunistophobi, dia itu ? Marxis gadungan.
Nah, ini saya petani (teliti) saya punya diri sendiri. Saya ini Marhaenis, ya apa tidak? Ya. Saya ini menderita komunistophobi apa tidak? Tidak.

Nah, saya minta juga di dalam Partindo jangan ada orang yang menderita komunistophobi.

Dulu didalam kongres PNI saya pernah berkata, awas ada makelar gelap lho! Sekarang kepada kongres Partindo pun ada makelar-makelar gelap, sebab, makelar gelap itu dimana-mana ada. Karena itu, kita harus waspada benar, kata saudara Danuwinoto itu.

Saudara-saudara mengetahui, bahwa sebagai sebagai sudah saya katakan di dalam pidato saya pada hari ibu, revolusi Indonesia itu sekarang sedang memuncak lagi. Revolusi, kataku, tidak pernah dan tidak bisa, tidak dapat mandeg. Kalau sesuatu revolusi mandeg, maka itu bukan revolusi. Itu sekedar revolusi-revolusian, revolusi bikinan manusia, ya gadungan.
Tadi pak Winoto berkata, Partindo misalnya bukan bikinannya Winarno, bukan bikinannya Asmara Hadi, bukan bikinannya Winoto, bukan bikinannya siapa pun. Partindo, pak Winoto, adalah hasil daripada proses masyarakat. Benar kata pak Winoto itu.

Maka demikian pula revolusi. Revolusi bukan bikinan manusia, malah saya sebagai Marxis men-siteer Karl Marx itu berkata, bahwa revolusi bukanlah anggitan daripada seseorang didalam satu malam yang ia tidak bisa tidur. Ya ini perkataan Marx, revolusi bukanlah anggitan daripada seseorang, kata dalam bahasa asingnya, ”in een slapelozemacht”.

Maka demikian pula revolusi Indonesia bukan anggitan daripada seseorang manusia “in een slapezo macht”. Bukan bikinan Sukarno, bukan bikinan siapa pun, tetapi revolusi Indonesia, oleh karena revolusi Indonesia adalah benar-benar revolusi dan bukan revolusi gadungan, adalah hasil daripada satu “maatschappelijk process”, satu proses daripada masyarakat yang akhirnya meledak sebagai revolusi.

Nah kataku, revolusi yang demikian itu tidak mandeg, revolusi yang demikian itu berjalan terus sampai ia mencapai tujuan daripada proses masyarakat itu. Hanya benar jikalau orang berkata, suatu revolusi itu mengalami ups and down. Pasang naik dan pasang surut, pasang naik, pasang surut, pasang naik, pasang surut, tetapi pasang naik dan pasang surut tak lain bukanlah ialah laksana naik dan turunnya gelombang-gelombang didalam satu samudra yang maha sakti. Tetapi samudranya tetap ada dan akhirnya samudranya menjalankan darma baktinya sebagai samudra pula. Maka revolusi kita saudara-saudara, tidak pernah mandek, tidak akan mandek, tetapi akan mengalami ups and down, pasang naik, pasang surut, pasang naik, pasang surut.

Saudara-saudara mengetahui bahwa kita mengalami pasang naiknya revolusi kita sejak 17 agustus 1945 sampai pada akhir tahun 1949. Kemudian mengalamilah kita pasang surut, 1950 sampai kepada 1957. Alhamdulillah kita mengalami lagi pasang naik, dan pasang naik memuncak sekarang ini kepada persoalan Irian Barat.

Didalam alam pasang naik inilah saudara-saudara, kita harus dapat menempatkan kita punya diri didalam naiknya pasang revolusi Indonesia ini, kita akan tenggelam didalam revolusi, tenggelam dalam arti hilang. Tenggelam didalam arti kita digiling sama sekali oleh revolusi ini. Revolusi tenggelam didalam revolusi itu, hilang, sebagai sampah yang hilang ditelan samudera.

Nah, soal Irian Barat adalah demikian saudara-saudara. Saudara mengetahui segala saja-saja yang ikut-mengikuti satu sama lain daripada persoalan Irian Barat dan akhirnya kita menjalankan konfrontasi politik. Tidak perlu saya ulangi, semua saudara sudah mendengarkan pidato saya pada tanggal 11 desember yang lalu di Yogyakarta. Saudara-saudara bisa mendengarkan pidato saya dihadapan kaum wanita pada hari ibu. Jalannya gelombang perjuangan kita memasukkan Irian Barat kedalam wilayah kekuasaan republik saudara-saudara telah mengetahui semuanya. Dan akhirnya, kita pada saat sekarang ini mencapai satu tingkat yang tinggi dalam perjuangan itu.

Maka saudara-saudara, saya berkata dalam Kongres Gerwani dengan tegas agar supaya benar-benar kita memasukkan Irian Barat kedalam wilayah kekuasaan republic, maka kita harus menyelenggarakan satu persatuan total. Satu persatuan total, persatuan daripada segenap tenaga yang ada didalam bangsa kita Indonesia ini. Maka disinilah tempatnya pengertian benar-benar akan salahnya sesuai phobi.

Kalau orang bicara tentang persatuan total, jangalah bicara tentang phobi. Jangan kita menderita komunistophobi, jangan kita menderita nationalistophobi, jangan kita menderita islamophobi. Persatuan total hanyalah bisa kita selenggarakan benar-benar jikalau tidak ada manusia diantara bangsa Indonesia ini menderita suatu phobi.

Saya lihat kedalam nasionalis menderita islamtophobi. Hilangkan penderitaan yang demikian itu. Ada yang menderita dikalangan kaum nasionalis, komunistophobi. Hilangkan yang demikian itu, juga dalam Partindo. Sebab saya tahu, bung Karno ini meskipun sudah tua, 60 tahun, mungkin karena oleh bung Karno ini presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republic Indonesia, sekarang malah dikatakan Pemimpin Besar Revolusi Indonesia, ditambah lagi dengan title baru lagi Pemimpin Besar Pengerahan Tenaga untuk memasukkan Irian Barat kedalam wilayah kekuasaan republic. Mungkin karena itu, bung Karno ini tua-tua matanya seribu saudara-saudara, mata seribu, telinga dua ribu. Dan dengan mata seribu, telingan dua ribu itu bung Karno mengetahui bahwa didalam Partindo pun ada orang-orang yang menderita komunistophobi. Dengan terus terang saja saudara-saudara, didalam Partindo juga ada makelar-makelar gelap. Dan makelar-makelar gelap ini harus kita keluarkan dari Partindo. Makelar gelap daripada orang-orang yang yaitu “jangan sampai….komunistophobi, katanya ini, jangan sampai dapat pengaruh besar….he, Partindo jangan terlalu rapat sama PKI”.

Ini zaman bukan phobi-phobian, ini adalah zaman untuk mengadakan persatuan total diantara bangsa Indonesia. Saya menghendaki kepada PNI jangan menderita komunistophobi, saya minta kepada PNI jangan menderita komunistophobi, saya minta kepada Nahdatul Ulama jangan menderita nasionalistophobi, saya minta kepada Nahdatul Ulama jangan menderita komunistophobi, jangan ada phobi-phobian. Saya ulangi lagi bagaimana kita bisa menggembleng persatuan total jikalau kita masih phobia-phobian.

Nah, jikalau itu terang saudara-saudara, maka marilah kita laksanakan kita punya darma didalam sejarah, antara lain, saya kata, antara lain masukkan Irian Barat kedalam wilayah kekuasaan republic. Satu darma lain ialah untuk nanti membikin kuat kita punya Negara republic Indonesia kesatuan ini. Dharma lain ialah menyelenggarakan suatu masyarakat yang adil dan makmur, yang dengan tegas saya katakan ini adalah masyarakat sosialis. Dharma lain ialah untuk membangun satu dunia batu menurut kerangka nomor tiga daripada dharma bakti bangsa Indonesia.

Saudara-saudara dalam menjalankan dharma-dharma kita itu kita harus benar-benar berdiri diatas kewajiban-kewajiban yang diletakkan oleh sejarah diatas pundak kita.

Maka saudara-saudara, saya ulangi apa yang saya katakan dihari ibu. Sekarang pun habis waktunya untuk hanya pernyataan-pernyataan dukungan-dukungan. Komando Rakyat kami dukung sepenuhnya.

Saya tadi mengucapkan syukur Alhamdulillah, bahwa ucapan saudara Asmara Hadi sebenarnya dikoreksi oleh saudara Winoto. Pak Asmara ucapkan oleh presiden. Taat, taat itu seperti “inggih, semuhun dawuh”, abdi nah taat, nuwun inggih, dalem taat. Saya minta Partindo bukan hanya taat kepada Komando Rakyat yang diucapkan presiden pada tanggal 19 desember yang lalu, tetapi bahwa itu sebenarnya adalah pengutaraan dari hati Partindo sendiri. Lantas dikatakan pak Winoto tadi, malahan Partindo berjalan dimuka bung Karno. Ya memang, tetapi saya pun minta, jangan hanya Partindo saja berjalan dimuka bung Karno. Ya memang, tetapi juga saya minta, jangan hanya Partindo saja berjalan dimuka bung Karno, PKI dimuka bung Karno, PNI dimuka bung Karno, NU dimuka bung Karno, Sobsi dimuka bung Karno, seluruh rakyat Indonesia dimuka bung Karno. Sebab saudara-saudara, politik pada waktu sekarang ini sudah mencapai satu tingkat lagi yang lebih tinggi daripada yang biasa. Dulu, apa yang dinamakan politik? Politik dulu itu yah, siapa yang menulis disurat kabar…….politik……..adalagi, kalau ada orang pidato……..politik. sekarang ini sudah mencapai tingkat yang lebih tinggi. Ingat, tahun 1927, 34 tahun yang lalu saya peringatkan buat pertama kali didalam pidato kursus saya di Cilentah-saya ingat benar, ya Cilentah Bandung-bahwa politik adalah sebagai yang sekarang saya ulangi beberapa kali, penyusunan tenaga dan penggunaan tenaga, ”machtsvorming dan machtsontplooing”. Sehingga saya berkata, siapa yang mengatakan dia menjalankan politik, tapi tidak menyusun macth, tidak menjalankan machtsvorming dan machtsontplooing, orang yang demikian itu, kataku, sekedar menjalankan politik-politikan.

*) Pidato Bung Karno di depan peserta Kongres Partindo, di Gedung Olahraga, Jakarta, tanggal 26 Desember 1961.

19 Desember 2010

Dua Tahun Tragedi Suluk Bongkal: Dusun Hilang, Hutang Nyawa Yang Belum Terbayar




Oleh : Agun Sulfaira

18 Desember 2008, tepat dua tahun yang lalu, helicopter bergentayangan di atas langit dusun Suluk Bongkal, Riau, sambil menjatuhkan bom api di atas atap-atap rumbia bangunan milik petani. Tidak kurang dari 1500 pasukan gabungan (polisi, satpol PP, dan preman bayaran) menggempur dusun Suluk Bongkal dari darat.

Geranat merica gas OC atau lazimnya disebut gas air mata membentur kepala, menyengat pernafasan dan membutakan mata sejenak. Hantaman peluru karet juga diarahkan kepada para petani tak besenjata, disertai tendangan sepatu lars dan pentungan.

Seorang gadis mungil, Putri, yang baru berusia 2,6 bulan ditemukan tak bernyawa dan mengapung di dalam sumur keruh. Putri terjatuh ke dalam sumur itu ketika ibunya jatuh tergelincir saat berusaha menyelamatkan diri. Beberapa orang petani tertembak, ratusan lainnya ditangkap, dan ratusan lagi kaum tani melarikan diri masuk ke dalam hutan untuk bersembunyi.
Tidak terhitung jumlah rumah, motor, dan harta benda yang terbakar. Bahkan hamparan padi yang sudah hampir menguning pun berubah menjadi abu bekas pembakaran.

Seperti yang di rilis Riau Mandiri, halaman pertama, jumat-19 desember2008, pasukan kepolisian yang dipimpin oleh Kombes Pol. Syaiful bahri (Wakapolda Riau), Kombes Pol. Alex Mandalika (Ditreskrim Polda Riau), AKBP. Makmur ginting (Dir.Samapta Polda Riau), AKBP Agung Darmono (Dir. Intelkam Polda Riau), Drs, zulkifli. Mh (Kabid Humas Polda Riau), dan AKBP. Risyapudin nursin (Kapolres Bengkalis), telah melakukan penggusuran secara paksa terhadap warga dusun suluk bongkal atas permintaan perusahaan perampas tanah rakyat, yaitu PT. ARARA ABADI.

Kejadian ini menyisakan trauma mendalam terhadap ribuan warga dusun suluk bongkal, bahkan berimbas kepada desa-desa sekitarnya.

Tentang tanah harapan

Secara historis, dusun Suluk Bongkal termasuk dalam Besluit yang dipetakan sejak Belanda menjalin kerjasama dengan kerajaan Siak, diperkirakan tahun 1940. Sekitar tahun 1959, dibuatlah peta yang mempunyai ketentuan pembagian wilayah memiliki hutan tanah ulayat batin (keabsahan suku Sakai), dan termasuk didalamnya wilayah Suluk Bongkal.
Sampai suatu ketika, Menteri Kehutanan menerbitkan SK tentang Hutan Tanaman Industri (HTI) kepada PT. Arara Abadi, maka dimulailah mala-petaka dan penderitaan bagi warga Suluk Bongkal.

Mengenai SK tersebut, dapat kita kritisi sebagi berikut:

Ketetapan pertama point kedua disebutkan: Luas dan letak definitif areal kerja Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) ditetapkan oleh Departemen Kehutanan setelah dilaksanakan pengukuran dan penataan batas di lapangan.” Persoalannya kemudian adalah, bahwa masyarakat belum mendapatkan satu info pun tentang sosialisasi hasil pengukuran dan penataan batas di lapangan, terkait SK tersebut.

Dalam ketetapan kedua yang memuat kewajiban-kewajiban perusahaan diantaranya:

Point kedua tentang pelaksanaan penataan batas areal kerja PT. Arara Abadi selambat-lambatnya 2 (dua) tahun sejak ditetapkan keputusan tersebut. Faktanya kemudian adalah, bahwa masyarakat belum pernah mendapati tentang penetapan batas areal batas kerja yang dimaksud. Jika penataannya ditegaskan 2 tahun setelah SK ditetapkan, maka tentunya pada tahun 1998 PT Arara Abdi telah menyelesaikan seluruh proses inclaving terhadap kawasan yang telah dihuni masyarakat jauh sebelum mereka ada.

Dalam ketetapan keempat dikatakan:

1. Apabila di dalam areal Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) terdapat lahan yang telah menjadi tanah milik, perkampungan, tegalan, persawahan atau telah diduduki dan digarap oleh pihak ketiga, maka lahan tersebut dikeluarkan dari areal kerja Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI).
2. Apabila lahan tersebut ayat 1 (satu) dikehendaki untuk dijadikan areal Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI), maka penyelesaiannya dilakukan oleh PT. ARARA ABADI dengan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

Selanjutnya, perusahaan juga mempunyai kewajiban yang ditetapkan pada ketentuan III :
A.1. diungkapkan bahwa, perusahaan wajib memperhatikan atau mengambil langkah-langkah secara maksimal untuk menjamin keselamatan umum karyawan dan atau orang lain yang berada dalam areal kerjanya. Bahwa, banjir yang diakibatkan oleh areal perusahaan yang tidak dirawat – ditandai dengan desa yang berada dalam kawasan HPH/TI PT Arara Abadi sering kebanjiran – adalah bukti kelalaian yang dapat mencelakakan orang. Banjir diduga disebabkan karena sedikitnya hutan penyanggah yang disisakan, serta tidak tepatnya perencanaan pembangunan (tidak seimbangnya antara pembangunan hulu dan hilir). Bukan semata-mata karena alamiah, melainkan karena prilaku manusia.

Hal ini sejalan dengan Surat Menteri Kehutanan RI No : 319/MENHUT/V/2007 tertanggal 12 Mei 2007 tentang persetujuan penyelesaian sengketa agraria antara masyarakat dengan PT. Arara Abadi juga menegaskan hal yang sama hal ini merupakan surat balasan dari Surat Gubernur Riau No : 100/P.H. 13.06 tertanggal 8 Maret 2007 tentang Penyelesaian Sengketa Agraria antara masyarakat dengan PT. Arara Abadi.

Hal lain yang memperkuat keabsahan dusun tersebut adalah peta administrasi wilayah Dusun Suluk Bongkal yang ditandatangani oleh Bupati Bengkalis pada 12 Maret 2007 seluas 4.856 ha (tertuang dalam lembaran Pemerintahan Kabupaten Bengkalis no. 0817-22 0817-31.0618-54 0616 63) yang artinya dusun itu sah secara hukum.

Kejahatan terhadap kemanusiaan (Pelanggaran HAM Berat)

Pasal 9 UU 26/2000 mengatakan: “salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, berupa:

a.Pembunuhan;
b.Pemusnahan;
c.Perbudakan;
d.Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa; e.Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar(asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional;
f.Penyiksaan;
g.Perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara;

Maka, kasus suluk bongkal merupakan pelanggaran HAM berat, dimana setiap pelaku kejahatan haruslah diseret ke pengadilan HAM dan di hukum seberat-beratnya. Akan tetapi, seperti juga pelanggaran HAM sebelumnya, maka kasus ini tidak pernah diperiksa dan diberkan sanksi kepada para pelakukanya. Inilah mengapa kami mengatakan bahwa kasus penyerbuan dusun Suluk Bongkal merupakan pelanggaran HAM yang terorganisir, yaitu persekutuan keji antara kepolisian, pemerintah setempat, dan pengusaha.

Neoliberalisme adalah pelanggar HAM

Kasus Suluk Bongkal merupakan cerminan dari berbagai usaha penetrasi capital internasional dan capital domestik, yang berusaha mengusai sumber daya milik rakyat/komunitas, dengan menggunakan jalan kekerasan.

Ada banyak kasus perampasan tanah akhir-akhir ini, yang kepada kita ditunjukkan bahwa penggunaan apparatus kekerasan menjadi pilihan mereka. Dan, ketika kasus tersebut disodorkan sebagai pelanggaran HAM, maka pemerintah dan aparat hukum akan tutup mata dan seolah-olah tidak tahu-menahu.

Situasi ini makin diperparah dengan “pengabdian penuh” rejim di pusat dan daerah kepada kepentingan swasta (bisnis), yang dengan mudah mau menyerahkan hutan, perkampungan, lahan pertanian, dll kepada kepentingan akumulasi.

Neoliberalisme, sebagaimana dikatakan Karl Polanyi, merupakan proyek politik untuk mengglobalkan pasar. Dan, demi mencapai tujuan itu, mereka rela merampas tanah dan sumber daya milik rakyat dengan jalan apapun.

Karena itu pula, maka penggunaan kekerasan akan menjadi konsekuensi langsung dari proyek neoliberalisme. Dan, kasus seperti Suluk Bongkal ini akan terus terjadi di tempat-tempat lain dimana kapitalisme global berusaha mendirikan “pabrik profit”.

Deretan kekejian ini akan menjadi bom waktu yang detak detiknya terus berjalan..

29 Desember 2009

Panduan membuat Blog di Blogspot

Mungkin ada diantara anda-anda yang belum tahu tentang blog dan bertanya-tanya tentang blog, maka saya akan mengulas sedikit tentang blog menurut versi saya sendiri.

1. Apa itu Blog ?

Blog ( singkatan dari Web log) adalah situs yang sifatnya lebih pribadi, yaitu lebih berat kepada penggambaran dari si pembuat blog itu sendiri.

Blog dibuat oleh para desainer penyedia blog agar bekerja secara otomatis dan mudah untuk dioperasikan , jadi bagi kita-kita yang masih bingung dengan bahasa pemrograman untuk membuat sebuah website tidak jadi persoalan. Apabila anda sudah bisa membuat sebuah account email di internet, maka dalam membuat blog pun saya yakin anda bisa.

2. Cara membuat blog

Seperti halnya e-mail, dalam membuat blog pun kita harus mempunyai sebuah account terlebih dahulu, oleh karena itu silahkan daftarkan diri anda terlebih dahulu di free blog provider (penyedia hosting/domain blog gratis). Free blog provider sangatlah banyak terdapat di internet dan beberapa yang populer saat ini adalah http://www.blogger.com, http://www.wordpress.com serta http://blogsome.com.

Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang cara pembuatan blog di http://www.blogger.com, Silahkan anda klik gambar dibawah untuk mendaftar.





Setelah anda berada pada situs blogger.com, anda akan melihat gambar seperti gambar di atas. Silahkan lakukan langkah-langkah berikut ini :

1. Klik tanda anak panah yang bertuliskan " CIPTAKAN BLOG ANDA "


2. Isilah Alamat Email dengan alamat email anda (tentunya yang valid)


3. Isikan kembali alamat email anda tadi pada form Ketik ulang alamat email


4. Tuliskan password yang anda inginkan pada form Masukkan sebuah password


5. Isikan kembali password anda tadi pada form Keyik ulang sandi (password)


6. Isi Nama Tampilan dengan nama yang ingin anda tampilkan


7. Tulis tulisan yang tertera pada form Verifikasi Kata. Beri tanda tik/cek pada kotak di pinggir tulisan Saya menerima Persyaratan dan Layanan.


8. Klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"


9. Tuliskan judul blog yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi) pada form Judul Blog


10. Tulis nama situs anda pada form Alamat Blog (URL)


11. Tulislah tulisan verifikasi yang ditampilkan pada form Verifikasi kata, jika sudah selesai klik gambar panah yang bertuliskan "LANJUTKAN".


12. Pilihlah gambar (template) yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi), kemudian klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"


13. Setelah keluar tulisan "Blog Anda telah di iptakan". Klik gambar panah bertuliskan "MULAI POSTING". Silahkan anda tuliskan semau anda, jika sudah selesai klik tombol "MEMPUBLISKAN POSTING".



3. Isi ( Content ) blog :

Bagi para pemula, biasanya mereka bingung setelah daftar membuat blog apa yang harus di isi( diposting ) dalam sebuah blog. Isi ( content ) dari sebuah blog tentu saja terserah kepadasi pemilik blog itu sendiri, apakah mau di isi puisi, perjalan hidup, teknik, ataupun apa saja. Nah di sini saya menyarankan, isilah blog anda tersebut dengan minat ataupun hoby serta keahlian anda sendiri, karena tentu saja di luar sana banyak sekali orang yang tentunya sama minat dan hoby nya dengan anda, sehingga mereka akan tertarik untuk membaca tulisan-tulisan anda.

SELAMAT mENCOBA bila ada masalah harap kirim pesan atau comment di bawah ini...!!!


salam apirevolusi

Perfect Day

BTricks


ShoutMix chat widget

Pengunjung

PENGUNJUNG

free counters